Kandidat Bupati Tana Toraja 2010 - 2015

Toraja Memilih 2010

Bagi para kandidat maupun tim sukses calon bupati Tana Toraja 2010 - 2015, disilahkan memperkenalkan diri, latar belakang, partai (kalau ada), dan yang terpenting visi dan misi. Lebih baik lagi jika sudah lengkap dengan paket Calon Wakil Bupati.

Pengumuman:
Forum diskusi ini ditutup untuk komentar baru.
Silahkan dilanjutkan di
http://komunitas.torajaland.com/forum/pilkada-toraja-2010.html

atau klik di bawah ini:
Forum Diskusi Pilkada Toraja 2010

FBS - FBR Pilihan Kita Semua !!

Mari satukan pilihan untuk menata Toraja Utara unggul. Oleh karena itu jangan ragu' satukan pilihan dan dukung pasangan

Drs. Frederik Batti' Sorring, S.Sos, MM.
dan
Frederik Buntang Rombelayuk, S.Pd.

sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toraja Utara 2010-2015

Jangan ragu karena pasangan ini adalah pasangan yang saling melengkapi, jujur, dan kompeten.

FBS - FBR for Toraja Utara 2010-2015
"Bersama Kita Membangun"

Salam SOLATA
(siSOlaki LA umpemeloi tondokTA)

FBS - FBR
Pilihan Kita Semua !!

buku profil Drs. Y. Rante, M.Si

PROFIL
Drs. Y. RANTE, M.Si

- WAKIL REKTOR II UNIVERSITAS CENDERAWASIH
- KETUA UMUM IKATAN KELUARGA TORAJA (IKT/PMTI) PROVINSI PAPUA

1. POTENSI PRIBADI

Berbagai data dan informasi tentang kualitas dan prestasi yang dimiliki Drs. Y. Rante, M.Si, yaitu : (1) pengalaman dibidang pengembangan ilmu pengetahuan (Dosen), ilmuwan dan peneliti, (2) praktisi, birokrasi perguruan tinggi (sebagai pejabat) beberapa kali, (3) rganisatoris yaitu organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi, (4) pemerhati pembangunan Tanah Papua dan Tana Toraja. Kesekian deretan pengalaman melalui berbagai tulisan tersebut adalah membentuk kematangan, kedewasaan, kepribadian dan perilaku hidup sehari-hari.
Berikut dikemukakan variabel-variabel yang terkait dengan riwayat hidup dan perjalanan karier Drs. Y. Rante, M.Si.
Dikatakan (1) Dosen Senior dan Ilmuwan, karena yang bersangkutan telah menduduki jabatan fungsional Dosen yaitu Lektor Kepala, dengan golongan/kepangkatan IV/c.
Telah menjadi pembicara atau penyaji (nara sumber) makalah pada berbagai seminar dan diskusi ilmiah baik tingkat Provinsi, Regional dan Nasional serta Internasional. Telah menghasilkan puluhan karya tulis penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain mengajar Program S1, juga mengajar pada Program S2 Pascasarjana. Mengajar dan menatar berbagai pejabat baik (eselon II dan eselon III) yang kuliah di S2 maupun menatar pada tingkat Spamen (Diklat Pim II), yaitu : pada Program S2 MM dan S2 Magister Keuangan Daerah (MKD), S2 Magister Ekonomi Pembangunan (MEP), yang mengajar dan menamatkan beberapa pejabat Bupati di Papua, Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota, Para Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten, beberapa Pimpinan Bank, Pimpinan BUMN serta BUMD, Pejabat Polda Papua serta berbagai pejabat lainnya mulai dari eselon IV sampai dengan eselon II.
(2) Praktisi dan birokrat , karena telah menduduki jabatan eselon I / b di Perguruan Tinggi yaitu sebagai Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih dan sebelumnya menduduki jabatan eselon II/a yaitu sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi selama 2 periode (periode I 1997 – 2001 dan periode II, 2001 – 2005) sekaligus merangkap jabatan sebagai Wakil Direktur S2 Program MM Pascasarjana UNCEN tahun 1999 – 2010. Selain itu pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian Wakil Dekan I FE UNCEN tahun 1998 - 2000. Sebelumnya jabatan pertama yang dipegangnya di UNCEN adalah sebagai pejabat Ketua Jurusan. Di perusahaan BUMD pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum di salah satu BUMD di Jayapura. Pengalaman lain adalah membantu Pemerintah Provinsi Papua untuk merumuskan Konsep Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan sebagai penatar Spamen, Spama dan penatar pada berbagai instansi pemerintah dan lainnya di Papua seperti (Pertamina, Perbankan, Pengusaha, Koperasi) dll.
(3) Organisatoris, karena sejak SMA sudah dipilih menjadi Ketua Umum PPGT dan sewaktu kuliah S1 di Unhas juga terpilih sebagai anggota BPM dan Pengurus Senat Mahasiswa, aktif di GMKI dan aktif pada persekutuan mahasiswa lainnya.
Pada Organisasi kemasyarakatan yaitu sebagai Ketua Umum IKT Provinsi Papua periode 2002 – 2007, Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Wilayah Papua periode 2005 – 2009, Pembina Utama Kerukunan Keluarga Tanah Luwu’ Se-Papua tahun 2006 – 2010, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Rekanan dan Industri (ARDIN) Provinsi Papua masa bakti 2002 - 2007, Wakil Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian (PERHEPPI) Jayapura periode 1997 – 1999, Ketua Biro Pemberdayaan Persekutuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua periode 2005-2010 dan anggota ISEI tahun 1988 – sekarang. Selain itu aktif pada berbagai organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan serta juga aktif di organisasi Gereja yaitu sebagai Majelis Gereja dan sebagai Koordinator Urusan Ekonomi Keuangan dan Pembangunan di Gereja.
(4) Dikatakan Pemerhati Pembangunan Tanah Papua dan Tana Toraja karena sering menulis di koran lokal Toraja maupun majalah tentang issu dan strategi pembangunan Tana Toraja serta Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Produksi Pertanian Rakyat di Tana Toraja. Selain menulis di koran lokal Toraja, juga menulis pada berbagai Koran yang ada di Papua dan jurnal serta majalah Nasional

2. IDENTITAS

a. 1) Nama : Drs. Y. Rante, M.Si
2) Nomor Induk
Pegawai : 131 699 555
3) Tempat,
Tanggal Lahir : To’yasa Akung
- Tana Toraja, (Bangkelekila’ - Sangakungan) 28 Oktober 1960.
4) Pangkat,
Golongan : Pembina Utama, IV/c

5) Jabatan,
Struktural : Wakil Rektor II
Universitas Cenderawasih
dan Merangkap Jabatan Wakil
Direktur Program S2
Pascasarjana UNCEN

b. 1) Nama Istri : Dina Salempang, SE
2) Nomor Induk
Pegawai : 010 226 949
3) Tempat,
Tanggal Lahir : Nanna – Nanggala
Tana Toraja
25 Desember 1962
4) Pangkat,
Golongan : III/c
5) Jabatan : Kepala Seksi
Kesehatan dan Kependudukan Pada Kantor
Bawasda Kabupaten
Jayapura

6) Nikah : 28 Agustus 1984

c. Nama Orang Tua

Bapak :

1) N a m a : Marthen Pasang
2) A l a m a t : Rantepao – Tana Toraja

Ibu :

1) N a m a : Ludia Rinni
2) A l a m a t : Rantepao – Tana Toraja

d. Saudara Kandung :

1) Y.P. Karapa, BA (Alm) : Mantan Guru SMP
(Dina B. Pasorong) Alm : Istri
2) Drs. Y. Rante, M.Si : Dosen (Pekerjaan)
(Dina Salempang, SE) : Istri
3) Yohanis Sobon, S.Pd : Kepala Sekolah
SD Negeri Lempo
Batusangbua –
Tana Toraja
(Barnece Sampe Limbong) : Istri
4) Matius Dawen Tame : PNS Dinas P & P
(pekerjaan)
(Yuliana, Amd) : Istri
5) Runny B. Tame, Amd : Guru (Pekerjaan)
(Drs. J. B. Ranteuma) : PNS
(Suami)
6) Yusuf Serang Tame,SE : Pengusaha (Pekerjaan)
(Hermin Rantepali’, B.Sc) : Istri
7) Dina Tame, SE : PNS Dinas PU
(Pekerjaan)
(Paulus Liga’, SE) : PNS (Pekerjaan)
(Suami)

e. Anak Kandung :

1) Andika Rante, SE : Dosen Fakultas
Ekonomi Universitas
Cenderawasih

2) Indra H. Rante : Mahasiswa Fakultas
Kedokteran

3) Arjuna Harnanto Rante : Mahasiswa Fakultas
Kedokteran

4) Irwanto Rante : Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Jurusan
Akuntansi

5) Harry Darmawan : Kelas V Sekolah
Dasar (SD)

f. Riwayat Pendidikan :
1) S D : Limbong Langi’
Toyasa Akung
Tamat tahun 1974
(Juara Umum)
2) SMP Negeri Lempo : Tamat tahun 1976
3) SMA Negeri I Rantepao : Tamat tahun 1980
(Juara Umum dan bebas tes masuk kuliah di UNHAS)
4) Sarjana Ekonomi
UNHAS (S1) : Tamat tahun 1985
5) Pascasarjana S2 : Tamat tahun 1995
(Nilai terbaik dan unggul dalam kelas)

6) Sedang mengikuti Kuliah Program Pendidikan Doktor (S3) di UNIBRAW Malang sejak tahun2007. Sekarang ini mulai Juli 2009 sudah Candidat Doktor Ekonomi Manajemen.

3. SEPINTAS SILSILAH

Y. Rante yang dilahirkan di To’yasa Akung (Bangkelekila’/Sangakungan) pada tahun 1960 dan sesungguhnya kalau dibaca silsilah keluarganya, maka dia memiliki turunan darah daging dari Sa’dan (Tongkonon Buntu Lalla dari Nenek Ne' Tenta serta Tongkonan Punti dari Nenek Nete), Sa’dan Ulusalu (Tongkonan Liku Lambe', Batu Lolong dan lain-lain), Lempo (Tongkonan Lempo Pamontong dari Nenek Ne' Bonoran), Riu Parandangan (Tongkonan Pangrakpa' dan Tongkonan Banua Lando dari Nenek Ne' Bira'), Karunanga (dari Nenek Ne' Rappa) dan Tanniasa Kandeapi Barana’ (dari Nenek Ne' Kummi).
Sedangkan Istri yaitu Dina Salempang, SE dilahirkan di Nanna’ Nanggala pada tahun 1962, (Tongkonan To' Tabi, Tongkonan Asa, Tongkonan Pao dari Nenek Allotikini', Tongkonan Pasang dari Nenek Songle' dan Tongkonan Pangkung), dan selain itu Ibu Dina Neneknya berasal dari Bokin yaitu (Tongkonan Busso, Tongkonan Sendana dari Nenek Bekkuli, Tongkonan Penanian yaitu Nenek Limbong dan Nenek Lakkaran, Tongkonan To’paken, Tongkonan Andulan, dan dari Karre (Tongkonan Penanian).

4. KARIER BIROKRASI

a. Kepangkatan

1) Penata Muda, III/a TMT 1-03 -1987
2) Penata Muda Tingkat I,III/b TMT 1-04 -1992
3) Penata, III/c TMT 1-04 -1994
4) Penata Tingkat I, III/d TMT 1-10 -1997
5) Pembina, IV/a TMT 1-04-2000
6) Pembina Tingkat I, IV/b TMT 1-04-2004
7) Pembina Utama, IV/c TMT 1-09-2007

b. Riwayat Pekerjaan dan Jabatan :

a. Tahun 1983 s/d 1985 Asisten Dosen di STIE YPUP Ujung Pandang
b. Tahun 1987 diangkat menjadi Dosen pada Jurusan Ekonomi FISIP UNCEN Jayapura.
c. Tahun 1986 (Juni) bekerja di IJJDF Irian Jaya
d. Tahun 1987 s/d 1989 Direktur Devisi Keuangan dan Umum PT. YSL Perusahaan IJJDF Departemen Keuangan Irian Jaya.
e. Tahun 1986 s/d 1998 mengajar di STIE Ottow dan Geissler Jayapura.
f. Tahun 1986 s/d 2001 mengajar di STIE YAPIS Jayapura.
g. Tahun 1996 s/d 1997 sebagai Sekretaris Jurusan dan Pelaksana Ketua Jurusan Manajemen FE UNCEN
h. Tahun 1997 s/d 2001 sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UNCEN (periode I)
i. Tahun 2001 s/d 2005 sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UNCEN (periode II)
j. Tahun 1999 mengajar pada Program S2 MM dan Magister Keuangan Daerah Universitas Cenderawasih.
k. Tahun 1999 s/d sekarang Wakil Direktur Bidang Akademik Program S2 MM Universitas Cenderawasih.
l. Sekretaris merangkap anggota Senat FE UNCEN tahun 1997 s/d 2005/ periode I dan periode II tahun 2005 – 2009.
m. Anggota Senat Universitas Cenderawasih tahun 2001 s/d 2005 (Periode I) dan tahun 2005-2009 (Periode II).
n. Pelaksana Harian / Direktur Program Magister Manajemen (S2) UNCEN kerjasama UNHAS periode Agustus 1999 s/d 2001 di Jayapura (waktu itu Direktur S2 lagi Study S3)
o. Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih Periode 1 Oktober 2005 s/d 2009
p. Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih Periode II Oktober 2009 s/d 2013.

5. MENGAJAR MATA KULIAH :

a. S1 Fakultas Ekonomi dan S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di UNCEN
- Pengantar Ekonomi Makro
- Teori Ekonomi Makro
- Manajemen Operasional
- Ekonomi Internasional
- Perekonomian Indonesia
- Perencanaan Pembangunan
- Pengantar Agribisnis & Agroindustri
- Kewirausahaan
- Ekonomi Kesehatan
b. S2 Magister Manajemen (MM) dan S2 Magister Keuangan Daerah (MKD) serta S2 Magister Ekonomi Pembangunan (MEP)

- Metode Kuantitatif
- Manajemen Operasional Lanjutan
- Manajemen Strategik
- Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintah
- Struktur dan Prilaku Organisasi
- Kepemimpinan
- Manajemen Sumber Daya Manusia

6. RIWAYAT DALAM KEHIDUPAN ORGANISASI, PROFESI DAN GEREJA :

a) Masa Studi :

a. Tahun 1978 s/d 1980 Ketua Umum PPGT
b. Tahun 1981 s/d 1984 Pengurus GMKI di Ujung Pandang
c. Tahun 1983 s/d 1984 Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa FE di UNHAS Ujung Pandang
d. Tahun 1982 s/d 1984 Ketua Perhimpunan Mahasiswa (HIPMAS) di Ujung Pandang

b) Setelah Bekerja :

a. Anggota ISEI tahun 1988 – sekarang
b. Wakil Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian (PERHEPPI) Jayapura 1997 s/d 1999
c. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Rekanan dan Industri (ARDIN) Provinsi Papua, masa bakti 2002 s/d 2007
d. Ketua Kerukunan Sangakungan di Jayapura tahun 1996 s/d 2000
e. Ketua Kerukunan Lempo Sangbua di Jayapura tahun 2001 s/d Januari 2004
f. Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Wilayah V Kotaraja di Jayapura tahun 2001 s/d Oktober 2002
g. Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT/PMTI) Se Tanah Papua, Juni 2002 s/d 2007
h. Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi pada Persekutuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua periode 2005-2009.
i. Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Wilayah Papua Periode tahun 2005 – 2010
j. Memulai dan membangun Gedung Serbaguna Tongkonan IKT di Jayapura tahun 2002 sampai selesai.
k. Memfasilitasi dan mengurus pencalonan anggota Legislatif warga IKT untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten Se Tanah Papua pada pemilu legislatif April tahun 2004.
l. Memfasilitasi pengangkatan Kepala Dinas Warga Toraja di Kota Jayapura

c) Gereja :

a. Majelis Gereja Jemaat Pniel Kotaraja tahun 2002 s/d 2007
b. Koordinator Urusan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG) Gereja Jemaat Pniel Kotaraja Jayapura tahun 2002 s/d 2007.
c. Anggota Peneliti Persekutuan Gereja-Gereja Se Tanah Papua.
7. PENGABDIAN DI TANA TORAJA DAN PENGABDIAN KEPADA ORANG TORAJA DI TANAH PAPUA SERTA PEMBANGUNAN UNTUK TANAH PAPUA DAN GEREJA.

a. Pengabdian di Tana Toraja
1. Mensosialisasikan pembangunan dan pendidikan pers kepada masyarakat dengan mengelola perusahaan pers melalui Koran Kareba (CV. Kareba).
2. Sebagian modalnya selain diinvestasikan di Papua juga diinvestasikan untuk pembangunan Tana Toraja dengan membangun Ruko.
3. Memberikan bantuan sumbangan untuk jalan dan jembatan serta Kantor Balai Desa/Lembang di Toraja.
4. Memberikan bantuan khusus untuk beberapa Gereja di Tana Toraja.
5. Memberikan bantuan dan merekomendasikan untuk 135 (seratus tiga puluh lima) gereja dari Tana Toraja dan dari Luwu’ yang pergi mencari dana di Papua untuk pembangunan Gereja serta dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum IKT Provinsi Papua untuk merekomendasi surat pengantar dan proposal kepada setiap orang Toraja yang datang dari Toraja ke Papua guna diedarkan di masyarakat di Papua untuk memberi sumbangan pembangunan Gereja dari Tana Toraja.
6. Memberikan sumbangan pemikiran untuk pembangunan Tana Toraja melalui berbagai tulisan pada Koran Kareba, Majalah PPGT di Makassar, Koran Palopo Post serta Toraja Post.
7. Sekertaris Pimpinan Sidang Musyawarah Besar I (MUNAS I) Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) di Gedung Tongkonan Kelapa Gading Jakarta tanggal 24 April 2004 sesuai hasil keputusan MUNAS I Masyarakat Toraja 23 – 24 April 2004 dalam rangka pembentukan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), (bukti tanda tangan pada buku dokumen laporan hasil Munas) yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
8. Memberikan masukan pemikiran dan penginisiatif tentang dibentuknya Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) se-Indonesia sesuai surat Pengurus IKT Papua No.14/IKT-PP/X/2002 tanggal 2 Oktober 2002.

b. Peranan Kepada Masyarakat Toraja di Tanah Papua

1. Sebagai Ketua Umum IKT Se Tanah Papua yang mengurus dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial masyarakat, baik susah (duka) maupun suka terutama masyarakat yang tertindas.
2. Bersama pengurus lainnya Memimpin dan memotivasi warga untuk membangun Gedung Serbaguna Sosial Tongkonan di Jayapura seluas 1500m² (lebar 30 m dan panjang 50 m) dengan menelan biaya Rp. 2 milyar lebih. Gedung ini kehadirannya dinantikan oleh masyarakat Toraja di Papua selama 17 tahun yaitu sejak peletakan batu pertama tahun 1985 oleh Kapolri Jenderal Anton Sujarwa dan Pak Sambo Kapolda Papua waktu itu yang dimeriahkan dengan berbagai atraksi pesta adat Toraja pada waktu itu. Barulah setelah Drs. Y. Rante, M.Si terpilih menjadi Ketua Umum IKT Provinsi Papua tahun 2002 baru gedung ini dibangun sampai selesai.
3. Bersama Pengurus lainnya memfasilitasi dan mengurus warga untuk mempersatukan seluruh masyarakat Toraja Se-Tanah Papua untuk duduk satu meja membahas Anggaran Dasar bersama dan Anggaran Rumah Tangga bersama, serta pelantikan yang dilakukan oleh Gubernur Papua dengan mendatangkan seluruh Pengurus IKT dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Tanah Papua ke Jayapura, sesuai Surat Pengurus IKT Provinsi Papua No.06/IKT/PP/VII/2002 tanggal 28 Juli 2002.
4. Bersama dengan Pengurus lainnya, memfasilitasi masyarakat Toraja yang potensial untuk duduk di kursi legislatif pada pemilihan legislatif September 2003 yaitu 2 orang duduk di kursi DPRD Provinsi Papua dan 1 orang duduk di kursi DPRD Provinsi Irian Jaya Barat dan untuk tingkat Kabupaten/Kota beberapa Kabupaten diantaranya 1 – 2 kursi DPRD diperoleh oleh anggota masyarakat Toraja, himbauan sesuai Surat Pengurus IKT Provinsi Papua No.15/IKT-PP/II/2005 tanggal 3 Februari 2004 dan Surat No. 099/IKT-PP/VII/2003 tanggal 5 Agustus 2003. Fasilitasi tersebut dicapai dengan mengorganisir dan menghimbau melalui surat kepada seluruh masyarakat Toraja di Papua untuk memilih calon dari masyarakat sendiri. Sesuai Surat Pengurus IKT Provinsi No. 015/IKT/PP/II/2005 tanggal 3 Februari 2004 dan Surat No.099/IKT-PP/VII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.
5. Memfasilitasi dan menghimbau melalui Seruan Surat dari Pengurus IKT Provinsi Papua untuk mencari orang Toraja yang potensial dicalonkan sebagai Wakil Bupati/Wakil Walikota melalui bargaining power dengan calon pasangan kuat. Selain itu bargaining position dilakukan melalui pasangan calon kuat dengan imbalan suara yaitu Orang Toraja diberikan 1-2 kursi untuk jatah Kepala Dinas. Surat Pengurus IKT Provinsi No.07/IKT-PP/X/2003 tanggal 25 Oktober 2005 dan Surat Evaluasi Pemilu oleh Pengurus IKT Provinsi Papua tanggal 1 Mei 2004.
6. Telah memfasilitasi orang Toraja untuk masuk Pegawai Negeri, Polri dan Swasta pada berbagai instansi Otonom, Polisi, Tentara, BUMN, Bank, Perusahaan Daerah dan Usaha Swasta lainnya di Jayapura.
7. Telah memfasilitasi anak-anak putra-putri Toraja di Papua untuk masuk kuliah di UNCEN melalui SLSB (seleksi lokal siswa berpotensi)

C. Peranan Kepada Masyarakat Papua, Pembangunan Tanah Papua dan Universitas Cenderawasih.

1) Sering menulis di koran daerah setempat Papua untuk hal-hal pembangunan daerah dan model pemberdayaan ekonomi rakyat.
2) Membantu biaya beberapa mahasiswa asli Papua dan diantaranya ada beberapa anak yang tinggal di rumahnya sama-sama dan yang bersangkutan sudah merasa diri sebagai anak angkat atas hubungan baik tersebut. Anak-anak tersebut sebagian telah menempati posisi yang baik di pemerintahan dan swasta di Papua, termasuk ada yang jadi Ketua Komisi di DPRD.
3) Sebagai anggota tim perumusan Konsep Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Papua sesuai SK Gubernur Provinsi Papua No. 500/3428/SET tahun 2003 tanggal 12 – 9 – 2003.

- TEROBOSAN UTAMA SELAIN KEGIATAN RUTIN SELAMA PENGABDIAN SEBAGAI PD II DI FAKULTAS EKONOMI UNCEN TAHUN 1997 – 2005 :

1) Membentuk dan mendirikan Koperasi, Kantin dan Foto Copy FE, melalui kredit pinjaman dana dari BTN.
2) Pembenahan Administrasi Keuangan secara transparan pada Fakultas Ekonomi, setelah diangkat menjadi PD II Fakultas Ekonomi yang sebelumnya tidak seperti sekarang kemajuannya (peningkatannya signifikan).
3) Penataan Kelembagaan FE dan fasilitas akademik yang sebelumnya tidak seperti sekarang kemajuannya (peningkatannya / kemajuan signifikan).
4) Perjuangan untuk pembangunan Gedung Ruang Dosen dari bantuan Pemda Provinsi Papua dibangun tahun 2003.
5) Perjuangan beasiswa S3 (Doktor) dari DIKTI DEPDIKNAS tahun 2001 – 2005 untuk Dosen-Dosen UNCEN yang study S3 (Program Doktor).
Untuk setiap tahun diberi jatah 10 orang selama 5 (lima) tahun/angkatan.
6) Perjuangan formasi pegawai UNCEN dengan jatah yang lebih banyak pada tahun 2001 yang bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya dan sesudahnya tidak sebanyak itu formasi UNCEN (terjadi peningkatan).

- TEROBOSAN UTAMA SELAIN KEGIATAN RUTIN SELAMA PENGABDIAN DI S2 MM UNCEN :

1) Menjadi pioner mengusahakan membuka adanya Program S2 MM dan MKD serta pegabdian dan pengorbanan waktu yang tidak kenal lelah pada waktu baru mulai mengurus dan membuka S2 MM UNCEN.
2) Mengurus pembangunan Gedung MM yang dibangun selama 2 (dua) tahun anggaran. tahun 2000 dan 2001 diurus bersama mahasiswa angkatan I atas bantuan dana dari APBD Provinsi Papua.
3) Memperjuangkan tentang pembebasan biaya pendidikan S2 untuk 5 (lima) orang Kasubag FE UNCEN yang ijin belajar di MM.
4) Sebagai Ketua Tim penyusunan proposal dan mengurus kemandirian S2 MM UNCEN ke DIKTI DIKNAS Jakarta tahun 2001 – 2002.
5) Membicarakan dan memotivasi mahasiswa angkatan IV S2 untuk pembuatan tempat parkir dan pemasangan lampu di halaman MM dengan jumlah kebutuhan dana Rp.121.000.000,-
6) Melakukan lobi-lobi kepada Direktur Pasca Sarjana UNHAS untuk bekerjasama dengan Program S3 Dosen FE UNCEN yang tugas belajar ke UNHAS.
7) Menjadi pioner merintis dan mengurus kerjasama pembukaan Program Doktor (S3) kerjasama Pascasarjana UNIBRAW Malang dengan UNCEN Jayapura, diawali pada tahun 2006.

d. PERANAN DI GEREJA

1. Majelis Gereja Jemaat Pniel Kotaraja periode tahun 2002 s/d 2007 (periode I) dan tahun 2007 s/d 2011 (periode II).
2. Koordinator Urusan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG) Jemaat Pniel Kotaraja Jayapura tahun 2002 s/d 2007 (yang mengurus dan menyelesaikan pelepasan adat tanah Gereja Pniel tahun 2003 sampai mengurus dan menyelesaikan sertifikat tanah Gereja( tanah gereja sebelumnya bermasalah dan bertahun-tahun diurus tetapi tidak pernah selesai diurus orang lain). Nanti setelah Y. Rante diangkat menjadi koordinator Ekubang, baru pengurusannya di selesaikan.
3. Membentuk panitia pembangunan Gedung Gereja Pniel Kotaraja Jayapura tahun 2003.

8. SEMINAR YANG PERNAH DIIKUTI :

A). PESERTA :

a. Pengembangan Usaha dan Industri Kecil Kawasan Indonesia Timur di Ujung Pandang tahun 1991.
b. Platform Masa Depan Ekonomi Indonesia di Jayapura tahun 1998.
c. Strategi Penyiapan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Irian Jaya di Jayapura tahun 1999. Penyelenggara Program MM S2 UNCEN
d. Menyongsong Pelaksanaan UU No. 25 Tahun 1999 (Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah) serta Daya Dukung Sumber Daya Manusia Profesional Pemda Irian Jaya di Jayapura. 1999
e. Eksploitasi Sumber Daya Alam terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Irian Jaya. Jayapura. 1999
f. Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Surabaya, Pebruari 2000. Penyelenggara Dikti Departemen Pendidikan Nasional.
g. Mengkaji keunggulan dan kelemahan Undang-Undang No. 22 Tahun 1993 tentang Otonomi Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah Januari 2000 di Jayapura.

B). PENYAJI :

a. Mengkaji Keunggulan dan Kelemahan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah Januari tahun 2000 di Jayapura.
b. Penyajian Makalah pada Seminar Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Sistimnya untuk Revitalisasi Industri Dalam Era Perdagangan Bebas. Pada Konvensi Mutu dan Produktivitas Irian Jaya tahun 1996 di Jayapura.
c. Seminar dengan tema : Menggali Sumber Daya Manusia Pertanian di Irian Jaya. Jayapura tahun 1997.
d. Penyajian makalah Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Bappeda Provinsi Papua April tahun 2005.
e. Penyaji Makalah pada Seminar Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Biak pada November tahun 2002.
f. Penyaji Makalah pada Seminar Strategi Pembangunan Terpadu di Kawasan Pegunungan Tengah dan Pesisir Selatan Papua di Timika pada tanggal 9-11 November tahun 2003.
g. Penyaji Makalah Tinjauan Pelaksanaan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Dalam Bingkai Otsus (UU No. 21 tahun 2001) pada MUSWIL II DEKOPINWIL Provinsi Papua di Jayapura pada tanggal 22 Juni 2004
h. Pembicara pada seminar Toraja Mamali di Hotel Misiliana Rantepao tanggal 26 Oktober 2006 dengan judul : Peran Serta Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Tana Toraja.
i. Penyaji makalah dengan judul ”Isyu-Isyu Stratejik Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Agenda Pembangunan Toraja Utara disampaikan pada Seminar dan Lokakarya Strategi Penggali Potensi Sumber Daya di Wilayah Pemekaran Toraja Utara, tanggal 21 – 23 Agustus 2008 di Hotel Hiltra Rantepao.
j. Beberapa kali sebagai penyaji makalah, pembahas dan peserta seminar baik tingkat Regional maupun Tingkat Nasional. Yang belum disebutkan disini.

9. KURSUS DAN PELATIHAN YANG PERNAH DIIKUTI:

A). LUAR NEGERI

a. Mengikuti Seminar dan Training of Trainers Program On Public Expenditure Managemen (Manajemen Pengeluaran Negara / Daerah di Tokyo Jepang pada tanggal 3 – 12 Oktober 2000 sponsor Asian Development Bank Institute di Tokyo Jepang.
b. Tanggal 17 – 11 Juni 2008 ke Belanda (Amsterdam dan Denhag) dalam rangka kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Belanda
c. Tanggal 12 – 15 Juni 2008 ke Jerman (Bonn, Kohln dan Frankurt) dalam rangka kerjasama beberapa perguruan tinggi di Jerman.

B) . DALAM NEGERI

a. Pelatihan Manajemen dan Pengembangan Usaha / Industri Kecil di Ujung Pandang, tahun 1990. Kerjasama Konrad Adenaur Shiftung Jerman dengan Universitas Hasanuddin.
b. Pelatihan Studi Kelayakan Usaha KUD Mandiri di Jakarta, tahun 1992 kerjasama Departemen Koperasi – Universitas Indonesia.
c. Pelatihan Pendidikan Sektor Informal di Surabaya tahun 1992. Penyelenggara Depdikbud
d. Pelatihan Akuntansi di Ujung Pandang tahun 1992 Penyelenggara Depdikbud.
e. Pelatihan Metodologi dan Manajemen Akuntansi, tahun 1996. Kerjasama ADB dan Universitas Cenderawasih dengan IPB Bogor.
f. Pelatihan Planning Project, Development and Management of Project Implementation Daerah Tingkat I, dan Tingkat II/Kotamadya Se Irian Jaya, 3 Maret s.d April 1997. Kerjasama Bapeda Tingkat I Irian Jaya dengan Universitas Cenderawasih di Jayapura.
g. Workshop on Fiscal de Centralization, Strengthening Regional University Capacity To Support Decentralization in Jakarta March 5-14,2000 kerjasama IRIS – (LPEM – FEUI) dan USAID.
h. Second Workshop on Fiscal Decentralization, Strengthening Regional University Capacity To Support Decentralization in Jakarta June 5-10, 2000 kerjasama IRIS – (LPEM-FEUI) dan USAID
i. Workshop Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat November 1996 di Jayapura Irian Jaya, Penyelenggara LPM Uncen kerjasama DIKTI DEPDIKNAS.
j. Analisis Rencana Desentralisasi di Provinsi Papua pada Second Workshop on Fiscal Decentralization, Strengthening Regional University Capacity to Support Decentralization in Jakarta March 4-12, 2000 kerjasama IRIS-LPEMFEUI dan USAID.
k. Penyaji dan Peserta Seminar Nasional Program Pengembangan Kewirausahaan tanggal 5-7 Juni 2001 di Hotel Wisata International Jakarta, Penyelenggara DITBINLIBTAMAS Dirjen DIKTI DEPDIKNAS
l. Penyaji pada Seminar Nasional Penelitian Hibah Bersaing di Hotel Wisata International Jakarta tanggal 8-11 September 2001 Penyelenggara Dirjen Dikti-Depdiknas. Judul Pengembangan Objek Wisata Kabupaten Manokwari.
m. Seminar Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dalam Rangka Penguatan Aparatur Pemerintah di Kabupaten Biak Numfor tanggal 25 Juli 2001. Penyelenggara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
n. Seminar Nasional Hibah Bersaing di Jakarta tanggal 8-12 September 2001 Penyelenggara Dirjen DIKTI-Depdiknas.
o. Tanggal 12-14 Maret 2002 Lokakarya IRIS dengan LPEM FEUI dan FE UNHAS di Makassar.

10. PENGALAMAN PENELITIAN

Sejak tahun 1988 telah mulai melakukan penelitian dan terlibat aktif baik sebagai anggota maupun Ketua Penelitian sebanyak 25 judul kegiatan penelitian sebagai berikut :
a. Peranan Sektor Informal Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Jayapura, tahun 1989.
b. Prospek Pengembangan Usaha dan Industri Kecil di Provinsi Irian Jaya, tahun 1989.
c. Pembuatan Base-Line Survey di Provinsi Irian Jaya, tahun 1991.
d. Studi Tentang Evaluasi dan Perencanaan Program Pembangunan Desa Banda Kecamatan Waris, Kabupaten Jayapura, tahun 1991.
e. Pengaruh Pendidikan Keluarga dalam Membentuk Jiwa Wiraswasta Pada Pengusaha di Jayapura, tahun 1992.
f. Masalah dan Pola Pembinaan Pengembangan Koperasi di Kabupaten Jayapura, tahun 1992.
g. Evaluasi Manfaat Bantuan Pemerintah Kepada Koperasi / KUD di Kabupaten Dati II Sorong, Manokwari, Biak Numfor, Yapen Waropen dan Jayawijaya, tahun 1992.
h. Peranan Bantuan Badan Usaha Milik Negara dalam Pengembangan Usaha Agribisnis pada Koperasi Unit Desa di Jayapura, tahun 1995.
i. Perencanaan Investasi pada Usaha Perkebunan Coklat di Desa Yakasip Kecamatan Nimboran Kabupaten Jayapura, tahun 1996.
j. Manfaat Bantuan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap Pengembangan Usaha Kecil Agribisnis di Jayapura, tahun 1996.
k. Prospek Pengembangan Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) di Jayapura, tahun 1993.
l. Peranan Dana Inpres Desa Tertinggal Terhadap Pengembangan Usaha Produktif Dalam Upaya Mengentaskan Kemiskinan di Pedesaan di Kabupaten Daerah Tingkat II Jayapura, tahun 1997.
m. Peluang dan Strategi Pengembangan Tanaman Kedelai untuk Meningkatkan Produksi dan Pendapatan Dalam Upaya Mengentaskan Kemiskinan di Pedesaan pada Kabupaten Daerah Tingkat II Jayapura, tahun 1999.
n. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pengembangan Industri Kecil di Jayapura dan Prospek serta Strategi Pengembangannya Menuju Industri Modern, tahun 1999.
o. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Pertanian Modern di Kabupaten Jayapura, tahun 1999.
p. Penelitian Proses Pengembangan Pariwisata Kabupaten Manokwari, tahun 2002.
q. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pengembangan Pertanian Agribisnis Modern yang Berwawasan Lingkungan Menuju Pembangunan Berkelanjutan di Jayapura tahun 2000. Sumber dana Penelitian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Proyek Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan terapan.
r. Prospek dan Strategi Pengembangan Usaha dan Industri Kecil Dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Jayapura. Tahun 2000. Sumber Dana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud.
s. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pertanian Agribisnis Modern yang Berwawasan Lingkungan Menuju Pembangunan Berkelanjutan di Jayapura, tahun 2001.
t. Prospek Pengembangan Wisata Alam Kabupaten Manokwari tahun 2002 (Hibah Bersaing DIKTI Jakarta)
u. Ketua Penelitian Budi Daya Kakap dan Kerapu di Kabupaten Bintuni Dalam Jaringan Apung tahun 2003 Kerjasama Balitbangda Provinsi Papua dengan FE UNCEN.
v. Penelitian Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Yahukimo tahun 2007.
w. Penyusunan Master Plan Kesehatan dan Pendidikan di Kabupaten Keerom.

11.PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PERGURUAN TINGGI:

Jumlah pengabdian kepada masyarakat sebagai penatar pada berbagai instansi Pemerintah BUMN Swasta di Jayapura.

a. Pengabdian Pada Masyarakat

SPONSOR JUDUL/TAHUN
1). Dirjen
Pendidikan Tinggi Depdikbud (Program Vucer)

Program Vucer, Pelatihan Keterampilan Peningkatan Mutu, Desain dan Proses Produksi Kerajinan Keramik, tahun 1997 (Program Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna pada Industri Kecil oleh Perguruan Tinggi). 1998
2). Dirjen
Pendidikan Tinggi Depdikbud (Program Vucer) Program Ipteks, Pelatihan dan Bimbingan Kerja Penerapan Akuntansi Terpadu pada Koperasi Desa Calon Mandiri di Kecamatan Arso Kabupaten Jayapura, tahun 1998.

3). Dirjen
Pendidikan
Tinggi

4). Depdikbud
(Program
Vucer) Pelatihan Keterampilan Peningkatan Mutu, Desain dan Proses Produksi Kerajinan Kayu, tahun 1998.
(Program Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna pada Industri Kecil oleh Perguruan Tinggi). 1999
5). Dirjen
Pendidikan Tinggi Depdikbud (Program Vucer) Kuliah Kewirausahaan
(Program Pengembangan di Perguruan Tinggi). 1999
6). Dirjen
DIKTI Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) tahun 2000
7). Dirjen
DIKTI INWUB tahun 2002
(Inkubator Wirausaha Baru)

b. Penatar Pada Berbagai Instansi Pemerintah, BUMN, Swasta di Jayapura, Sebagai Berikut:

1) Sumber Daya Manusia Dalam Perusahaan

Disampaikan pada Pelatihan Teknik-Teknik Perdagangan, Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Irian Jaya, tahun 1997, kerjasama FE UNCEN.

2) Teori Kepemimpinan Organisasi dan Manajemen Koperasi

Disampaikan pada Pelatihan Organisasi dan manajemen Koperasi. Bagi Pengurus Koperasi Mahasiswa se-Kodya Jayapura. November 1997.

3) Manajemen Sumber Daya Manusia

Disampaikan pada Kursus Prinsip-Prinsip Pengawasan Lanjutan (KPPL) Angkatan II/1997 di Lingkungan Pertamina UPPDN VIII, Desember 1997.

4) Indikator-Indikator Ekonomi

Disampaikan pada Diklat Struktural Spama Depdagri Angkatan V Provinsi Dati I Irian Jaya tahun 1997.

5) Pokok Pikiran tentang Reformasi di Bidang Ekonomi di Indonesia.

Disusun berdasarkan Penugasan dari Dekan Fakultas Ekonomi SK. NO. 511/PT.23.H4.FE/C/1998 tanggal 22 Juni 1998.

6) Manajemen Pemasaran

Disampaikan pada Kursus Prinsip-Prinsip Pengawasan Lanjutan (KPPL) di Lingkungan Pertamina UPPDN VIII Agustus 1998.

7) Perkembangan Akuntansi di Irian Jaya, Peluang dan Tantangannya.

Bahan Ceramah pada Rapat Anggota Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Cabang Irian Jaya, Jayapura, 1996.

8) Analisa Kelayakan Proyek (Kelayakan Keuangan).

Disampaikan pada Pelatihan Project Development and Managemen of Project Implementation. Kerjasama Fakultas Ekonomi UNCEN-Bappeda Tingkat I Irian Jaya di Jayapura, 3 Maret – 3 April 1997.

9) Analisa Kelayakan Proyek

Sub pokok bahasan :
- Maksud dan tujuan analisa proyek
- Kelayakan Ekonomi

Disampaikan pada Pelatihan Planning Project Development and Management of Project Implementation. Kerjasama Fakultas Ekonomi UNCEN-Bappeda Tingkat I Irian Jaya di Jayapura, 3 Maret – 3 April 1997.

10) Teori Kajian Mikro

Sub Pokok Bahasan : Supply Side and Demand Side, disampaikan pada Pelatihan Planning Project Development and Management of Project Implementation. Kerjasama Fakultas Ekonomi UNCEN-Bapedda Tingkat I Irian Jaya di Jayapura, 3 Maret – 3 April 1997.

11) Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Sistimnya untuk Revitalisasi Industri Dalam Era Perdagangan Bebas.

Makalah dibawakan dalam Pembukaan Kuliah Fakultas Ekonomi UNCEN tahun 1996.

12) Gambaran Lingkungan Strategik Usaha

Materi Pelatihan Disampaikan pada Pelatihan Management Usaha Kecil di Balai Latihan Koperasi dan Usaha Kecil di Balatkop Angkasa-Jayapura, tahun 1996.

13) Kontrol Kualitas

Materi Pelatihan disampaikan pada Pelatihan Management Usaha Kecil di Balai Latihan Koperasi dan Usaha Kecil Angkasapura-Jayapura, tahun 1996.

14) Manajemen Produksi/Operasi

Materi Pelatihan disampaikan pada Pelatihan Management Usaha Kecil di Balai Latihan Koperasi dan Usaha Kecil Angkasapura-Jayapura, tahun 1996.

15) Masalah-Masalah Pembangunan

Disampaikan pada Pelatihan Planning Project Development and Management of Project Implementation. Kerjasama Fakultas Ekonomi UNCEN-Bappeda Tingkat I Irian Jaya di Jayapura, 17 Februari – 30 Maret 1997.

16) Identifikasi Masalah, Sumber Daya Manusia dan Kewirausahaan

Materi disampaikan pada Pelatihan “Training for the Trainers” Pengusaha Kecil yang dilaksanakan oleh Pusat Konsultasi Pengusaha Kecil Laboratorium Ekonomi UNCEN bekerjasama Kanwil Koperasi dan dan PPK Provinsi Irian Jaya, Jayapura Februari 1997.

17) Pentingnya Budaya Kewirausahaan Guna Menjawab Tantangan Masa Kini dan Masa Datang.

Disampaikan dalam Seminar Sehari dengan Tema “Wirausaha sebagai Peluang Usaha di Tengah Krisis Moneter”.
Penyelenggaraan Senat Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih September 1998 di Jayapura.

18) Menatar Human Resources Management di Pertamina UPDN VIII Jayapura di Hotel Matoa Jayapura tanggal 29-30 Mei 2001.

- Menatar / Memberi Ceramah :
1).Juli 2004 memberi ceramah pada MUSWIL DEKOPINWIL Provinsi Papua di Balatkop Angkasa Jayapura
Judul : Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Provinsi Papua

2).Tgl 16 September 2004 memberi ceramah pada Diklat Kepemimpinan Tingkat II angkatan XIII kelas 4 di Jayapura (Spamen) LAN RI dengan judul : Konsep – Konsep Peningkatan Daya Saing Dilihat dari Pendekatan Ekonomi di DIKLAT Provinsi Papua Jayapura
3).Oktober 2004 Penyaji Makalah yang berjudul “Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Kota Jayapura” pada diskusi sehari dalam rangka penyamaan persepsi tindak lanjut Implementasi Visi Kota Jayapura sesuai surat Permintaan Wali Kota Jayapura NO. 690/1086, Oktober 2004.
4).Menyusun Makalah Bahan Kuliah Umum pada Pembukaan Kuliah S2 MM di Timika pada Oktober 2004 yang berjudul “Pentingnya Pendidikan (Pengembangan SDM) Dalam Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi”.

12. PIAGAM / TANDA PENGHARGAAN YANG DIPEROLEH DIANTARANYA ADALAH :

a) Gubernur Provinsi Papua tahun 2003 sebagai Tim Penyusun / Perumus Konsep Pengembangan Perekonomian Berbasis Kerakyatan di Provinsi Papua.
b) Direktur ADB Tokyo tahun 2001 sebagai penyaji makalah tentang Otonomi dan Keuangan Daerah / Negara, Tokyo Jepang.
c) Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia tahun 1996 sebagai pembicara / pemakalah pada Konvensi Mutu dan Produktivitas.
d) Higher Education Project ADB Loan tahun 1997 pada Short Term Training On Management of Higher Education.

13. TELAH MENULIS 13 KARYA TULIS BERUPA : BUKU MODUL, (HAND OUT) SEBAGAI BERIKUT :

a. Modul Kewirausahaan, pada FE UNCEN tahun 1992.
b. Modul Pengantar Akuntansi, Tahun 1996 Pada FE UNCEN.
c. Modul Ekonomi Manajerial, Tahun 1996 Pada FE UNCEN.
d. Handout Metode Kuantitatif (Teori Pengambilan Keputusan) pada Program MM S2 UNCEN, tahun 2000.
e. Handout Manajemen Operasional (Pengertian, Masalah dan Teknik-Teknik Perencanaan Agregat) pada Program MM S2, tahun 2000.
f. Handout Manajemen Operasional dengan topik Analisa Masalah, Sistem Persediaan dan Model EOQ, pada Program MM S2 Pascasarjana Juli 2000.
g. Handout Manajemen Operasional dengan topik Pengertian TQM, Spesifikasi, Kualitas serta Usaha-usaha Perbaikan Secara Kontinyu, pada Program MM S2 Pascasarjana Juli 2000.
h. Manajemen Proyek, Handout Bahan Kuliah Program S2 UNHAS-UNCEN, tahun 2001.
i. Analisa Regresi dan Korelasi, Handout Bahan Kuliah Program MM S2 Unhas-Uncen, tahun 2001.
j. Handout Struktur dan Perilaku Organisasi, Topik Decision Making, Bahan Kuliah Program S2 MM.
k. Handout Struktur dan Perilaku Organisasi, Topik Imbalan dan Prestasi, Bahan Kuliah Program S2 MM.
l. Indikator - Indikator dan Evaluasi Keberhasilan Proses Pembangunan.
m. Modul Kepemimpinan.
Penyusun buku yaitu Sebagai anggota tim Perumus Konsep Pemberdayaan Ekonomi Papua sesuai SK Gubernur Provinsi Papua no. 500/3428/SET tahun 2003 tanggal 12-9-2003.

14. KONDISI FISIK

Dari segi profil dan postur tubuh serta penampilan diri sebagai individu Drs.Y.Rante,M.Si nampaknya memiliki daya tarik tersendiri sehingga dapat dikatakan pantas/layak sebagai pemimpin. Selalu bersikap rama dan mengontrol diri dalam berbicara.

15. ASPEK KEPRIBADIAN

Ciri Kepribadian yang nampaknya adalah religius, rendah hati, sederhana, ulet dan percaya diri. Sangat siap dan tanpa ragu menghadapi siapa saja, dengan sifat rendah hati selalu optimis bahwa tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan asal kita selalu bersandar kepada Tuhan yang menguasai segala kehidupan. Ciri keuletan membuatnya tidak mudah menyerah dan selalu mencari terobosan serta pembaharuan yang tepat untuk mengantisipasi dan menyelesaikan masalah yang muncul meskipun menghadapi hambatan dan tantangan bahkan ancaman secara psikologis. Selalu mengadakan pendekatan - pendekatan persuasif dengan masyarakat. Ini adalah bukti dari sikap kepekaan sosial tanpa membedakan derajat, asal usul, agama, suku, dan golongan. Tantangan dan hambatan yang dialami dalam pekerjaan dan urusan organisasi membuat dirinya semakin matang dan dewasa dalam berfikir dan bertindak.

16. BIJAK DALAM MENJALANKAN TUGAS

Kemampuan intelektual dan pengalaman yang telah mapan dari Drs. Y. Rante, M.Si tampaknya dapat memunculkan berbagai gagasan dalam membangun masyarakat dengan menciptakan partisipatif dan kerja sama yang harmonis bersama dengan organisasi di bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Y. Rante telah mempraktekan dan mencanangkan prinsip bahwa membangun kesadaran, kemampuan dan keinginan masyarakat itu penting agar masyarakat dapat membangun dirinya dan menuntut hak-hak kesetaraan dengan orang lain. Tegasnya ia harus mencintai dan dicintai oleh masyarakat secara timbal-balik.
Berdasarkan pemikiran ini maka selama bertugas di tempat kerjanya tidak pernah menyelesaikan masalah yang muncul di masyarakat dengan pendekatan kekerasan, tetapi selalu menggunakan pendekatan budaya dan agama akan lebih mengentalkan keakraban di antara masyarakat dengan pemimpin.
Menurut pengakuan yang bersangkutan prinsip hidup Y. Rante adalah bahwa, tujuan kita dilahirkan kedunia adalah untuk berguna bagi :
1) Bagi kehidupan keluarga (rumah tangga)
2) Bagi masyarakat
3) Bagi daerah kita
4) Bagi bangsa dan negara kita
5) Dan terlebih khusus kepada Tuhan Sang Pencipta. Sebab kalau tidak untuk apa kita dilahirkan ke dunia dan sekali-kali diri kita jangan menjadi penghalang / penghambat / batu sandungan bagi kemajuan nasib orang lain.

Hidup ini harus disyukuri atas apa yang telah diberikan Tuhan dan tidak perlu bercita-cita menjadi orang kaya raya, tetapi bagaimana hidup kita menjadi berkat. Tuhan Yesus mengajarkan bila berdoa Bapa Kami, maka mintalah makanan secukupnya. Amsal 15 : 16 Lebih baik sedikit barang tetapi disertai takut akan Tuhan daripada banyak harta tetapi disertai dengan kecemasan. Pengamatan kami Y. Rante tidak pernah berubah prilakunya, tidak sombong (rendah hati) meskipun telah mencapai sederetan prestasi.
Menurut Y. Rante kita tidak berbicara soal jabatan, soal gelar/titel, tetapi yang utama adalah soal fungsi atas apa yang kita buat selama Tuhan masih mengaruniakan hidup ini kepada setiap manusia.
Menurutnya Iman harus ditingkatkan dan usahakan berdoa setiap hari intim dengan Tuhan agar kita memperoleh kejernihan hati dalam melaksanakan tugas sehari-hari, pertobatan ditingkatkan dan lahir baru dalam Kristus Yesus, dengan berdasarkan hikmat dan kebijaksanaan. Hidup takut akan Tuhan.
Karena keberhasilan pembangunan itu terletak pada kesungguhan hati, komitmen, kemampuan dan keseriusan untuk berbuat sesuatu yang baik.

17. HUBUNGAN SOSIAL (SOSIABILITAS)

Dengan kecerdasan, kecakapan berbicara, kontrol pribadi dan mampu menahan diri serta sifat humor ditambah dengan kaya akan pengalaman dan pengetahuan, Y.Rante tampaknya sangat dekat dengan masyarakat di semua lapisan dan tingkatan. Masyarakat memandangnya sebagai figur yang berwibawa karena tutur katanya yang sederhana, peduli dan menghargai orang lain kejujuran, keiklasan dan kerendahan hatinya terhadap siapa pun serta selalu mengutip nats firman Tuhan dalam setiap percakapan maupun dalam sambutan-sambutan resmi baik dalam bentuk lisan maupun tertulis di setiap kesempatan bicara sehingga tampak popularitasnya semakin tinggi dalam rangka menciptakan rasa solidaritas untuk menyelesaikan berbagai program.

18. GAYA KEPEMIMPINAN

Pengalaman memimpin Universitas sebagai orang kedua yang membidangi SDM (Kepegawaian), Administrasi Umum dan Keuangan serta Pembangunan di Universitas Negeri yang besar di ujung Timur Indonesia yaitu Papua, tidaklah muda sebab yang di pimpin adalah sejumlah Dosen dan Pegawai kurang lebih c1000-an. Dengan berbagai pendidikan Dosen dan Pegawai mulai dari Profesor (Guru Besar), Doktor (S3), Magister (S2), dan Sarjana (S1) yang beragam pengetahuan dan kemampuannya).
Setelah diungkap sumber kekuatan kemampuan, dan kepemimpinan yang dimiliki oleh Y. Rante maka pada bagian ini akan dikemukakan berbagai tindakan dan kebijakan Y. Rante sebagai wujud dari gaya kepemimpinannya.
Dengan demikian, gaya kepemimpinan Y. Rante yang akan disajikan berikut ini mengungkapkan keterangan, pandangan, dan komentar dari para tokoh masyarakat, kalangan aparat, politisi, akademisi, sopir, tukang ojek, penjual di pasar, dan aparat TNI/POLRI, yang dapat digolongkan menjadi tiga bagian, Yaitu :
Persepsi Para Tokoh Organisasi Sosial Kemasyarakatan dari Jayapura ( para tokoh agama, adat, perempuan, LSM, pemuda ) dan anggota masyarakat lainnya.
Pandangan mereka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok :
Pertama : kelompok yang sama sekali tidak mempunyai hubungan kedekatan dengan Y. Rante, baik hubungan kedekatan tugas ( fungsional dan struktural ) maupun kedekatan pribadi. Namun mereka mengetahui dan mengikuti perjalanan karier Y. Rante.
Jabatan di UNCEN merupakan hasil prestasi dari sebuah kerja keras, ketekunan dan kesabaran yang telah teruji dari waktu ke waktu sebagai seorang ilmuan dan praktisi birokrasi, organisatoris dan usahawan yang benar-benar menjiwai dan menghayati semangat kerja dalam mengabdikan dirinya untuk kemajuan masyarakat. Gaya kepemimpinan yang diterapkan yaitu mengikutsertakan ( partisipatif ), dapat dipahami melalui cara bagaimana Y. Rante membuka diri menerima saran dan kritikan dengan sabar dan tenang atas berbagai kebijakan yang diimplementasikan dalam tugasnya.
Kedua : Kelompok yang mengetahui dan mengenal secara dekat pribadi Y. Rante melalui karakter, sifat, pembawaan dan kiat yang diperlihatkan oleh Y. Rante saat ini merupakan pengulangan dari hal-hal yang pernah dilakukan. Tidak ada hal-hal yang secara signifikan berbeda dari sisi karakter, pembawaan atau kiat-kiat dalam memimpin, kondisi yang membedakan hanya pada karakteristik masyarakatnya serta dinamika. Model ini biasa terlihat dari bagaimana gaya kepemimpinan yang diterapkan, yakni mampu beradaptasi dengan siapa saja dan pada semua tingkatan golongan, baik golongan menengah, golongan bawah maupun golongan atas.
Ketiga : Kelompok yang tidak mengenal dan mengetahui perjalanan karier Y. Rante termasuk tidak mempunyai hubungan fungsional atau struktural atau kemitraan.
Y. Rante dianggap menonjol bukan saja di Kota Jayapura dan Papua. Gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah partisipatif kearah direktif dengan pertimbangan situasional. Hal ini nampak dari pola pendekatan pembangunan yang digunakan senantiasa mengedepankan budaya dan agama ketimbang aturan formal dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tugasnya.
Dari pandangan ketiga kelompok tentang gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh sang Y. Rante yang diperoleh melalui hasil rekaman data dari para informan, sesungguhnya tidak ada gaya yang dominan mewarnai kepemimpinan Y. Rante.
Ada empat gaya kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Keempat gaya dimaksud yaitu : gaya menjajakan, direktif, partisipatif dan delegatif yang digunakan secara fleksibel, baik dilingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat yang sesungguhnya tercermin dari sifat dan watak pribadi Bapak Y. Rante seperti kesederhanaan, kesabaran, keuletan, ketekunan, serta komunikatif dan terbuka menerima saran serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.
Amsal 15 : 22 Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

19. PERSEPSI MASYARAKAT LINGKUNGAN
TEMPAT TINGGAL

Semua tetangga maupun masyarakat sekitar merasa seperti saudara sendiri.

Rangkuman : Drs. Y. Rante, M.Si adalah Dosen Senior, Ilmuwan, Praktisi Birokrat, Organisatoris, Usahawan dan Pemerhati Pembangunan Sosial Ekonomi, Pemerhati Pembangunan Tanah Papua dan Pembangunan Tana Toraja.

Demikian profil Bapak Drs. Y. Rante, M.Si., ini dibuat dengan sebenarnya.

Jayapura, 03 Agustus 2009

TIM PENYUSUN ADALAH PENGURUS IKT PAPUA

Ketua I
Ikatan Keluarga Toraja
Provinsi Papua

DR. (HC). Rafhael Mananna, Amd. Par. Sekretaris Umum
Ikatan Keluarga Toraja
Provinsi Papua

Drs. Arung Lamba, M.Si.

CURRICULUM VITAE
DRS. Y. RANTE, M.Si

1.
2.

3.

4.
5.

6.
7.
8.
9.

10.
11. Nama
Tempat Tgl. Lahir
Alamat,
Tempat Tinggal
Pekerjaan
Jabatan

Jenis Kelamin
Agama
Nama Istri
Jumlah Anak

Nama Ayah
Nama Ibu :
:

:

:
:

:
:
:
:

:
: Drs. Y. Rante, M.Si
To’yasa Akung, Tana Toraja
28 Oktober 1960
Kompleks Perumahan Dosen UNCEN No. 10 Kotaraja Luar Jayapura, Papua
Dosen
Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih (UNCEN)
Laki-Laki
Kristen Protestan
Dina Salempang, SE
5 (Lima) orang
a. Andika Rante
b. Indra Harianto Rante
c. Arjuna Harnanto Rante
d. Irwanto Rante
e. Harry Darmawan
Marthen Pasang
Ludia Rinni

12. Riwayat Pendidikan Formal :

a. 1969 – 1974 : SD Negeri To’yasa Akung
(Juara Umum)
b. 1974 – 1976 : SMP Negeri Lempo
c. 1976 – 1980 : SMA Negeri 1 Rantepao (Juara
Umum dan bebas tes masuk kuliah di UNHAS)
d. 1980 – 1985 : Sarjana Ekonomi (S1) UNHAS
e. 1993 – 1995 : Pascasarjana (S2) UNHAS
(Unggul dalam kelas)
f. 2007 – Sekarang : Menempuh Kuliah Program Doktor (S3) di UNIBRAW Malang.

13. Riwayat Kepangkatan / Golongan :

a. Penata Muda, III/a : 1 – 3 – 1987
b. Penata Muda Tingkat I, III/b : 1 – 4 – 1992
c. Penata, III/c : 1 – 4 – 1994
d. Penata Tingkat I, III/d : 1 – 10 – 1997
e. Pembina, IV/a : 1 – 4 – 2000
f. Pembina Tingkat I, IV/b : 1 – 4 – 2004
g. Pembina Utama, IV/c : 1 – 9 – 2007

14. Pengalaman Pekerjaan dan Jabatan

1). 1987 Diangkat menjadi Dosen pada Jurusan Ekonomi FISIP UNCEN Jayapura tahun 1987
2). Tahun 1996/1997 sebagai Sekretaris Jurusan dan pelaksana Harian Ketua Jurusan Managemen Fakultas Ekonomi UNCEN
3). Tahun 1997 / 2001 sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UNCEN (Periode I)
4). Tahun 2001 s/d 2005 sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UNCEN (Periode II)
5). Mengajar pada Program S1 dan S2 UNCEN
6). Tahun 1999 s/d 2010 Wakil Direktur Bidang Akademik Program S2 MM Universitas Cenderawasih (2 Periode).
7). Sekretaris merangkap Anggota Senat Fakultas Ekonomi UNCEN tahun 1997 s/d 2009 (2 Periode)
8). Anggota Senat Universitas Cenderawasih tahun 2001 s/d 2009 ( 2 Periode)
9). Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Cenderawasih tahun 2005 s/d 2009.
10). Sering menatar pada berbagai instansi Pemerintah, BUMN dan BUMS di Jayapura – Papua
11). Melakukan dan menulis buku berbagai pegabdian dan penelitian

15. Pengalaman Organisasi

1). 1978 – 1980 : Ketua Umum PPGT di Toraja.
2). 1981 – 1984 : Pengurus GMKI di Ujung
Pandang.
3). 1983 – 1984 : Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa di UNHAS
Ujung Pandang.
4). 1988 – sekarang : Anggota ISEI.
5). 2001 – 2002 : Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Wilayah V Kotaraja di Jayapura.
6). 2002 – 2007 : Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Rekanan dan Industri (ARDIN) Provinsi Papua.
7). 2002 – 2007 : Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT/PMTI) Se-Tanah Papua.
8). 2005 – 2009 : Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi Persekutuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua.
9). 2002 – 2007 : Koordinator Urusan Ekonomi dan Keuangan (EKUBANG) Gereja Jemaat Pniel Kotaraja Jayapuara.
10). 2005 – 2010 : Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Wilayah Papua.
11). 2006 – 2011 : Pembina Utama Kerukunan Keluarga Tanah Luwu’ Se Papua

16. Mengikuti berbagai Pelatihan dan Seminar baik didalam Negeri Maupun di Luar Negeri.

Jayapura, 03 Agustus 2009

Tanggapan profil Bapak Drs. Y. Rante, Msi

Membaca dan menyimak profil Bapak Drs,Y.Rante,Msi, tidak terlalu menggambarkan keunggulan-keungulan Bapak Y,Rante Msi untuk dijadikan tolok ukur sebagi pemimoin Toraja Utara,... sebenarnya bapak Y,Rante memiliki kelebihan-kelebihan yang patut ditonjolkan,,, terutama kegigian beliau dalam bekerja dan berjuang dalam kondisi serba terbatas bisa mencapai hasil yang maksimal yang tidak semua orang bisa melakukannya, tapi sayang penyusung lebih banyak...menonjolkan kegitan-kegiatsn umum yang sudah sering dialkukan orang seprti.. kursus..., ketua panitia... anggota...dari lembaga... dsbnya, sehignga banyak hal-hal yang tidak terungkap... sebagai saru nilai tambah dari beliu untuk pantasnya belaiu menahkodai... Toraja Utara. Gaya penulisan /penyusuan yang demikian tidak efektif sebagai promosi... bagi kandidat.... Biar singkat tapi spesialis.... lebih efektif. itulah sekedar kritik bagi penyusun profil beliau.

yang susun profilnya pak

yang susun profilnya pak Rante Master dan Doktor tapi kog tidak mencerminkan bahasa-bahasa intelek? tidak ilmiah.

Kog ada perntaaan kayak buat curiculum vitae saja? kalau gak bisa buat yang lebih bagus cari orang yang bisa menyusun kata-kata yang baiklah. itu baru luarnya saja bagaimana dengan yang prinsip? banyak sekali bahasa keberhasilan hiperbolanya yang diklaim kelebihan beliau. mestinya jujur saja karena yang baca bukan siapa-siapa tetapi banyak orang pintar yang baca. Gitu lho masukan gua...........mohon maaf jangan tersumbing.......

MANTAPP...LANJUTKAN.!

MANTAPP...LANJUTKAN.!

BARU SAUDARA SENDIRI MANA

BARU SAUDARA SENDIRI MANA PROFILMU. APAKAH TERNYATA KAU YANG BERKOMENTAR INI LEBIH PINTAR DARIPADA HABIBIE, LEBIH PINTAR DARI SBY, BAHKAN LEBIH PINTAR DARI PADA BARAK OBAMA. MEMANG BIASANYA ORANG BODOH-BODOH DAN TOLOL LEBIH PINTAR BICARA/BERKOMENTAR DARIPADA MEMBUKTIKAN DIRI DENGAN MENUNJUKKAN KARYA/HASIL NYATA YANG DIA BUAT. ITU NAMANYA ASAL BUNYI ALIAS ASBUN KALAU CUMA BICARA ORANG GILAA JUGA BISA BAHKAN BURUNG BEO PUN BISA. ORANG TOLOL BIASANYA MEMUTAR BALIK FAKTA. YANG PUTIH DIBILANG HITAM DAN YANG HITAM DI BILANG PUTIH.

buto bai

KAU YANG TOLOL BUTO KAMBANG, KENAPAKO MARAH-MARAH KAH MEMANG DASAR BUTO BAI KAMU YA, NAMANYA JUGA KAMPANYE.

buto bai

KAU YANG TOLOL BUTO KAMBANG, KENAPAKO MARAH-MARAH KAH MEMANG DASAR BUTO BAI KAMU YA, NAMANYA JUGA KAMPANYE.

BARU SAUDARA SENDIRI MANA

BARU SAUDARA SENDIRI MANA PROFILMU. APAKAH TERNYSTS KAU YANG BERKOMENTAR INI LEBIH PINTAR DARIPADA HABIBIE, LEBIH PINTAR DARI SBY, BAHKAN LEBIH PINTAR DARI BAPAK BARAK OBAMA. MEMANG BIASANYA ORANG BODOH-BODOH DAN TOLOL LEBIH PINTAR BICARA/BERKOMENTAR DARIPADA MEMBUKTIKAN DIRI DENGAN MENUNJUKKAN KARYA/HASIL NYATA YANG TELAH DI BUAT....

Drs. Y. S. DALIPANG sosok yang mantappp...

tidak usah ke lain hati....kasi oppo'mi...
tidak usah banyak komen..liaht sendiri buktinya....

jangan mimpi YS buktinya

jangan mimpi YS
buktinya apa? alli bai sia alli tedong lau'pasak bolu ma'lagi'2
allinna mukua dukungpi tu dalipangmu? bai taepa nakebulu pollo'na rp1,jt mukua! Yakemukuai.... tamakmisa lako Y rante umbai natonganto.bolehkan?

Toilet Pria jadi tempat memasak

Saya baru main ke situs WWW.KASKUS.US & lagi heboh2nya tentang kasus dimana menurut berita di terminal di Tana Toraja ada Toilet Pria jadi tempat memasak beserta dengan Gambarnya makanya Saya sedih sekali & SANGAT2 MALU JADI ORANG TORAJA!
Kenapa Orang Toraja bisa SERENDAH itu.. Kalo Saya mau emosi bisa2 semua orang Toraja yang TIDAK TAU ETIS dll pengen Saya HAJAR SEMUA biar TAU BAGAIMANA JADI MANUSIA.
Jangan cuman sibuk aja urus PEMERINTAH SEMENTARA RAKYAT UDA MISKIN & DEPRESI SMP BERTINDAK YANG SEPERTI INI. Semoga aja Informasi itu tidak benar & bukan orang Toraja yang ada di GAMBAR itu coz kalo mmg benar, WAH TERSAYAT2 HATI SAYA INI & JADI BENAR2 MALU PUNYA DARAH TORAJA YANG SEPERTI BABU & BUDAK AJA! HARAP SAUDARA2 SEKALIAN bisa mengklarifikasi kembali hal ini.
Saya harap HAL ini BISA DISAMPAIKAN PADA PEMIMPIN2 TORAJA biar JADI PEMIMPIN TU TAU DIRI DIKIT & TAU MALU! DASAR PEMIMPIN CUMAN TAU ENAKNYA AJA.. BENSLAK!!!!! PEMIMPIN2 KAYAK GITU. RAKYATnya susah tapi mereka senang2 saja.. mmg Benzlak bgt deh..
Ini Linknya : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3183801

THX, LJBU!

iparnya Amping kepals Terminal

Bisa saja.... karena kepal Perhubungan/ Terminal iparnya Pak Amping... jadi...wajar saja.... kalau terminalnya semrawut....

BUAT PAK KALA

PAK KALA PALING COCOK JADI BUPATI KAMI PAK KALA,RI TU KIRANNUAN BELIA PUNYA TALENTA BUAT JADI PEMIMPIN MASA DEPAN TORAJA UTARA SALAM KAMI DARI MALANGGO

siSOLAki umpameloi tondokTA (SOLATA)

Bagi bapak itu
Tapi bagi kami pasangan Frederik Batti' Sorring dan Frederik Buntang Rombelayuk yang terbaik untuk memimpin Toraja Utara periode 2010-2015.
Karena FBS-FBR adalah pasangan yang saling melengkapi, jujur dan kompeten.

Toraja Rawan Konflik

Proficiat untuk forum ini. Hal ini menunjukkan bahwa putra-putri Toraja sudah cukup kritis dalam hal kebebasan berpendapat…Hal ini mengindikasikan sebuah “lompatan Demokrasi”…Namun satu hal yang memprihatinkan bahwa kita sudah terjebak dalam sebuah paradigma “Demokrasi Kebablasan”. Artinya hampir semua pendapat yang ada masih mengabaikan etika dan sopan santun dalam tulisannya. Banyak yang menggunakan kata-kata yang tidak sepantasnya., padahal saya yakin bahwa semua yang bergabung di sini adalah orang-orang dari kalangan akademisi (intelektual) yang secara otomatis harusnya mempunyai moral yang baik dibandingkan orang yang tidak berpendidikan. Saya sangat berharap teman-teman yang bergabung di sini beropini, dengan menggunakan akal pikiran sehat. Fakta, alasan dan logika, dan kalimat yang baik sehingga enak untuk dibaca. Bukan dengan melontarkan ejekan, hinaan, kata-kata provokatif. Media ini bukan hanya kita yang baca, tetapi bisa diakses oleh orang lain (non Toraja), jadi kita seharusnya malu, karena citra kita (Putra-Putri Toraja) di luar dicap sebagai orang yang tidak bermoral, karena hanya bisa ”bicara kotor”.

Namun satu hal yang patut diwaspadai bahwa sadar atau tidak sadar, dengan melemparkan komentar yang kotor, sebenarnya kita sedang menabur benih-benih konflik, dan cepat atau lambat kita akan segera menuai apa yang telah kita tabur tersebut. Berkaca pada pilkada daerah lain di Indonesia, yang sering berbuntut pada bentrok antar pendukung, maka selayaknya ini perlu diwaspadai. Tentu kita tidak mau hal ini terjadi tempat yang sangat mencintai kedamaian, dan pluralitas ini. Toraja yang konfik sudah menjadi cita cita pihak tertentu, dan bukan tidak mungkin orang-orang tersebut sudah memanfaatkan forum ini sebagai sarananya. Terkhir saya mau mengajak teman-teman sekalian untuk berkomentar dengan mengedepankan etika berbicara, sehingga menunjukkan bahwa anda seorang yang intelek...

Salam Hormat

Torajaland Online!

Torajaland Online! mengucapkan Selamat Natal 2009 dan Selamat Menyambut Tahun Baru 2009.

wkwkwk....(salah tulis tu kareba mi panggawa)

=============================================

SATUKAN TORAJA KEMBALI.....

Putra Toraja yang pantas jadi Pemimpin Toraja

Jonathan Parapak
Pembelajar dan Pelayan Telematika Indonesia

Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.

Sejak awal Jonathan Parapak menyadari bahwa kemajuan teknologi informasi tidak hanya mempermudah komunikasi serta mempercepat penyebaran informasi, melainkan juga memiliki nilai strategis secara ekonomis dan politis. Lancarnya komunikasi dan informasi yang tidak lagi dibatasi oleh faktor geografis, memiliki sumbangan besar dalam mempersatukan bangsa. Visi itulah yang telah memotivasi Parapak untuk bekerja tak kenal lelah mengembangkan dunia informasi dan telekomunikasi demi bangsanya.

Inti pernyataan ini dipetik dari uraian Dr. Radius Prawiro dalam kata pengantar buku Pembelajar & Pelayan, yang diterbitkan Institut Darma Mahardika, dalam rangka HUT ke-60 Jonathan Parapak, 12 Juli 2002.

Parapak sendiri mengganggap pernyataan itu terlalu membesarkannya. Bahkan saat berbincang dengan wartawan Tokoh Indonesia, di kediamannya Jalan Teuku Umar 14 Jakarta, ia merasa belum berbuat ‘apa-apa’ dibanding yang lain sehingga belum pantas digelari tokoh terkemuka Indonesia. Ia pun merasa tidak berkepentingan profilnya sebagai tokoh ditampilkan di Ensiklopedi Online Tokoh Indonesia. Padahal kenyataan (sesungguhnya), di mata banyak orang, ia telah berbuat banyak di sekitar teknologi, manajemen, birokrasi dan sumber daya manusia, terutama dalam pengembangan telematika di Indonesia. Sehingga tidak heran bila banyak orang ingin belajar dari pengalaman Jonathan Parapak.

Ia memang seorang yang rendah hati. Sebagaimana dituturkan Radius Prawiro, Jonathan Parapak adalah sosok ideal seorang intelektual sejati sekaligus pekerja profesional yang tangguh. Ia seorang pembelajar sekaligus juga seorang pelayan. Ia berusaha membelajarkan masyarakat, namun tidak kehilangan minatnya untuk senantiasa belajar. Dengan penuh semangat, ia selalu membuka diri terhadap teknologi baru. Karyanya selama lebih dari sepuluh tahun sebagai Presiden Direktur PT Indosat, diakui, bukan saja oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh dunia.

Ia telah berhasil membuktikan komitmennya sebagai seorang pembelajar dan pelayan, baik dalam kapasitasnya sebagai manajer profesional dalam dunia usaha, maupun sebagai birokrat dalam pemerintahan. Melalui berbagai seminar dan ceramah-ceramah yang diberikannya ia berusaha membentuk kader-kader bangsa dan kader-kader Gereja yang visioner serta sadar akan misi lebih luas yang diembannya. Jauh dari rasa gamang, ia menatap jauh menuju masa depan bangsa Indonesia modern yang memiliki cakrawala lebih luas. Hal tersebut tidak hanya dilakukan di kalangan profesional, melainkan juga bagi masyarakat luas.

Ia sosok pelaku teknologi yang visinya sangat jelas dalam kaitan dengan peranan teknologi untuk pembangunan bangsa dan negara serta peningkatan kesejahteraan manusia. Dalam berbagai makalah, Parapak berulang kali menegaskan peran strategis teknologi, khususnya teknologi telekomunikasi dan informasi untuk pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Ia meyakini peran yang sangat vital dari sistem komunikasi satelit untuk mempercepat persatuan Indonesia. Ia menjadi penggagas visi Nusantara 21, visi bangsa Indonesia di sektor telekomunikasi dan informasi dalam memasuki abad ke- 21. Untuk meyakinkan bangsa Indonesia bahwa kemajuan, kesejahteraan, daya saing dan kejayaan Indonesia di abad ke-21 sangat ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan mewujudkan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Ia pula salah satu pemula konsep pembangunan Telematika di Indonesia, dan menjadi pimpinan berbagai kelompok yang sangat peduli dengan peran telematika dalam mewujudkan knowledge based society di Indonesia.

Sebagai pelaku teknologi pada berbagai tataran, baik tingkat kebijaksanaan maupun regulasi operasi dan industri, Parapak telah memberikan berbagai gagasan segar dan baru, bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan teknologi untuk kesejahteraan manusia. Ia telah berperan dalam reformasi sektor telekomunikasi di Indonesia. Ia juga telah membuktikan bahwa putra-putri Indonesia tidak kalah dari bangsa manapun di dunia ini dalam pengelolaan bisnis berteknologi tinggi. Parapak telah membuktikan bagaimana mengelola usaha bisnis berteknologi canggih secara profesional, bersih, dan menghasilkan kinerja yang baik.

Ia juga pernah menjadi bagian dari birokrasi melalui jalur yang khas. Ia menjadi Direktur Utama PT Indosat (BUMN) dan Sekjen Deppparpostel. Walau demikian, ia tidak larut dalam birokrasi BUMN dan pemerintahan, melainkan berusaha mengedepankan kultur baru yang berorientasi pada layanan terbaik kepada masyarakat. Selama menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan, ia berusaha menciptakan lingkungan kerja, kekaryaan dan pelayanan yang cepat, tidak birokratis dan transparan.

Selama bekerja di birokrasi pemerintahan, ia ikut serta dalam berbagai langkah reformasi kebijaksanaan dan regulasi. Seperti deregulasi sektor telekomunikasi yang membuka peluang bagi para pelaku swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan telekomunikasi. Ia ikut mendorong proses yang transparan dalam pemberian izin, seperti diadakannya tender terbuka mitra KSO. Ia ikut mendorong proses desentralisasi dan pemberian kewenangan kepada daerah, dengan mentransfer kewenangan perizinan pariwisata ke daerah tingkat I dan II. Ia ikut memulai partisipasi yang lebih luas dari swasta dan masyarakat dalam penyusunan berbagai kebijakan dan regulasi, misalnya penetapan tarif telepon.

Sejak mengikuti Kursus Reguler Lemhannas 1984, ia juga sudah memulai dan mengampanyekan dikembangkannya Sistem Informasi Manajemen Nasional (Simnas), yang seharusnya sudah merupakan cikal bakal dari e-government di era internet. Parapak meyakini bahwa untuk dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, diperlukan kader-kader birokrat yang kompeten, ahli dan termotivasi, yang didukung oleh teknologi terkini dan tepat guna. Reformasi birokrasi memerlukan reformasi paradigma, reformasi organisasi, profesionalisasi para pelaku birokrasi, dukungan sistem informasi dan komunikasi yang andal, terkini dan tepat guna.

Kalau masyarakat kita marak memperbincangkan Indonesia baru yang ingin diwujudkan melalui reformasi total, Jonathan Parapak, walaupun sadar akan pentingnya reformasi di sektor politik, hukum, ekonomi, dan pemerintahan, meyakini bahwa semua itu tidak dapat dilepaskan dari SDM berkualitas yang profesional di segala bidang. Karena itu, ia gigih memperjuangkan diberinya kesempatan kepada sebanyak mungkin anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan formal, magang, dan pelatihan, agar hadir tenaga-tenaga profesional yang andal dan berkualifikasi internasional.

Di Indosat, Parapak memberi perhatian khusus pada pelatihan profesional, pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Di Departemen Parpostel ia mencari tenaga profesional dari ITB, UI dan lain-lain, kemudian disekolahkan ke luar dan dalam negeri. Ia memulai program magang di PT Indosat dan banyak melibatkan diri dalam pelatihan profesional bagi tenaga-tenaga muda.

Sekitar Hutan
Masa kecil Jonathan Parapak -- di tempat kelahirannya ia dipanggil Limbong -- banyak diwarnai kehidupan sekitar hutan di tempat tugas ayahnya, Kanaka’ Palinggi. Mulai dari ketika ia masih dalam kandungan ibunya, Ny. Sule Palinggi. Ketika itu ayahnya bertugas sebagai pegawai Jawatan Kehutanan di desa terpencil yang hanya mungkin dijangkau dengan berjalan kaki atau naik kuda yakni Desa Limbong, Rongkong, Kecamatan Salu Tallang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Saat terjadi gangguan keamanan di sekitar desa itu. Kondisi keamanan itu memaksa ibu yang tengah hamil tua, mengandung Parapak itu, harus meninggalkan gubuk dinas sederhana di tepi hutan, dengan menerobos jalan hutan beberapa hari untuk kembali ke daerah asal di Desa La'bo', dekat Rantepao, Kabupaten Tana Toraja.

Sang Ibu tentulah sangat kelelahan. Juga digigit lintah hutan. Hampir tak berdaya. Namun berkat Tuhan, akhirnya sampai juga di La'bo'. Berselang beberapa hari, tepatnya tanggal 12 Juli 1942, Sang Ibu melahirkan seorang bayi laki-laki, diberi nama Limbong, untuk mengenang desa terpencil tempat tugas ayahnya itu.

Selain akrab dengan hutan, masa kecil Limbong banyak diwarnai kehidupan di desa, di sekitar sawah, bermain menggembalakan kerbau, memancing, bahkan ikut membantu keluarga bekerja di sawah.

Keluarga Kanaka' Palinggi, semula adalah pemeluk agama suku yang dalam bahasa Toraja disebut Alukta (Aluk Todolo). Kemudian keluarga itu memutuskan untuk masuk agama Kristen di Rongkong sebelum Limbong lahir. Limbong sendiri baru dibaptis pada 1949, dan diberi nama baptis Jonathan, yang dalam keluarga dipanggil Nathan.

Sekolah bagi Nathan, merupakan perjuangan berat karena jarak yang harus ditempuh, faktor ekonomi dan keamanan, baik di desa maupun sesudah pindah ke kota kecil Rantepao. Seusai jam sekolah ia giat menggembalakan kerbau, ikut bekerja di sawah, dan juga melaksanakan berbagai tugas dalam keluarga. Nathan mulai sekolah pada umur 7 tahun di Desa Ulusalu, kemudian pindah ke Desa La'bo'. Kemudian ke kota kecil Rantepao.

Pembelajaran di sekolah dilaluinya dengan penuh keprihatinan akibat dukungan ekonomi yang terbatas, situasi keamanan dan kualitas pengajaran yang jauh dari memadai. Ia belajar praktis tanpa buku, tanpa lampu, sampai memasuki Sekolah Menengah Atas di Rantepao.

Untuk sedikit meringankan beban ekonomi, jiwa wiraswastanya mulai muncul saat masih di SMP. Dalam skala amat kecil, ia berdagang ayam, pisang dan gula-gula (permen). Namun semua tantangan itu tidak menyurutkan tekadnya untuk belajar. Ia memang dikaruniai Tuhan kecerdasan sehingga pelajaran tidak menjadi beban. Nathan tamat Sekolah Rakyat (kini Sekolah Dasar), dan Sekolah Menengah Pertama dengan hasil yang baik sehingga dapat melanjut ke Sekolah Menengah Atas yang baru dibuka di Rantepao ketika itu.

Keadaan sekolah cukup memprihatinkan. Tidak ada guru tetap, semua adalah pengerahan tenaga mahasiswa (PTM), ruangan kelas dibentuk dari aula yang dipinjam. Nathan belajar di SMA di Rantepao sampai kelas II. Untuk kelas III, oleh kakak ipar ia diantar ke Makassar untuk menyelesaikan pelajaran di SMA Negeri Bawakaraeng. Dia lulus SMA tahun 1961 dengan hasil baik, walaupun ia selama setahun di Makassar tinggal di asrama yang kurang terurus, makanan sangat kurang dan lingkungan tidak terlalu mendukung untuk belajar dengan baik.

Selepas dari SMA, Nathan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Pada waktu yang bersamaan ia mengikuti proses seleksi beasiswa Colombo Plan. Ternyata Nathan terpilih dan ia bersama beberapa mahasiswa lainnya berangkat ke Australia, November 1961.

Keberangkatan ke Australia, tidak pernah menjadi cita-cita apalagi menjadi rencananya. Dengan berbekal tekad untuk sukses dan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas, perlengkapan yang jauh dari memadai, dia menuju arena baru yang secara budaya amat asing baginya. Ia bersama lebih dari 40 mahasiswa Indonesia dipersiapkan selama 2 bulan di Sydney. Kemudian dikirim ke Universitas Tasmania.

Nathan yang tidak pernah hidup dalam rumah yang diterangi listrik sampai pindah ke asrama di Makassar, memberanikan diri mengambil jurusan listrik arus lemah (telekomunikasi). Kuliah di Fakultas Teknik Universitas Tasmania itu dirasakan cukup berat. Kuliah mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 13.00 setiap hari, disambung dengan praktikum dari pukul 14.00 sampai 17.00, sering sampai malam. Di samping bahasa Inggris yang masih terbatas, latar belakang tekniknya sebagai anak desa kurang mendukung. Namun tekadnya untuk belajar sebaik mungkin tak pernah surut. Nathan menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang cukup baik. Sehingga ia diterima melanjutkan studi pada strata II, Program Master of Engineering Science, yang diselesaikan tepat waktu pula.

Di samping perkuliahan, ia melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kemasyarakatan sehingga ikut membentuk dirinya dalam kepemimpinan dan bekerja sama dengan berbagai unsur masyarakat. Ia ikut menjadi pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tasmania. Pengurus dan bahkan Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen di universitas. Dia juga sempat menjadi pengurus Gereja setempat.

Salah satu aspek yang menarik dari pembelajaran yang dialaminya di Australia adalah keharusan untuk kerja praktik selama libur di bidang yang sesuai dengan program studi. Kesempatan itu merupakan pengalaman yang amat berharga selama 5 tahun bekerja di berbagai tempat. Seperti bengkel lokomotif, kantor perencanaan sistem komunikasi radio, instalasi sistem komunikasi radio di Tasmania. Perencanaan sistem komunikasi microwave di Tasmania dan di Melbourne, Australia.

Kembali
Berbekal ilmu yang diperoleh di universitas dan pengalaman kerja di berbagai bidang, Nathan kembali ke Indonesia pada September 1969. Semula ia berharap untuk mengabdi di lingkungan Perumtel (PT Telkom waktu itu), namun akhirnya ia bergabung tahun itu juga dengan Indosat (PMA), anak perusahaan International Telegraph & Telephone (ITT). Sebuah perusahaan yang dibentuk atas kerjasama AS-RI di bidang telekomunikasi.

Karirnya di lingkungan Indosat, dimulai dari bawah, menarik kabel, memelihara perangkat komunikasi, menginstalasi perangkat telekomunikasi, dan pimpinan proyek stasiun bumi, sistem komunikasi kabel laut. Hingga dalam waktu relatif singkat meningkat ke jajaran manajemen sampai ia menjadi pimpinan Indosat (PMA-ITT) pada usia yang masih sangat muda.

Selama Indosat masih berada di lingkungan ITT dengan Kantor Pusat di New York, Parapak mendapat kesempatan belajar dan membuktikan bahwa ia bisa memimpin perusahaan yang berteknologi canggih, berskala intemasiona1. Ia ikut merintis pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut ASEAN, Sistem Komunikasi Kabel Laut ke Timur Tengah, Eropa dan Australia. Ia segera mendapat kesempatan mewakili perusahaan di berbagai pertemuan dan konferensi internasional, seperti di International Telecommunication Union (ITU), di Intelsat (International Satellite System), Inmarsat (International Maritime Satellite System). Ia pun menjadi figur internasional yang diperhitungkan dan diundang sebagai pembicara di berbagai konferensi dan seminar.

Tidak lama ia menduduki posisi puncak di Indosat (ITT), pada tahun 1980 pemerintah memutuskan untuk membeli seluruh saham Indosat. Keputusan Pemerintah Indonesia ini sangat mengejutkan ITT, karena kontraknya seharusnya sampai tahun 1989. Sebagai Pimpinan Puncak (Managing Director), Parapak menghadapi dilema, kepentingan nasional atau kelanjutan kontrak (perjanjian) yang sah.

Parapak mengambil posisi bahwa kepentingan nasional, keputusan pemerintah harus didahulukan. Namun pembelian seyogianya dilaksanakan dengan dasar win-win agar citra bangsa tetap terpelihara. Parapak sangat terlibat dalam seluruh proses negosiasi yang akhirnya dapat mempengaruhi manajemen ITT untuk menerima keputusan Pemerintah. Parapak bekerja keras siang malam, antara Jakarta dan New York. Akhirnya dalam waktu singkat dicapai kesepakatan harga yang dinilai adil untuk kedua belah pihak.

Indosat jadi BUMN
Pada akhir 1980, resmilah Indosat menjadi BUMN penyelenggara telekomunikasi internasional. Pada akhir kesepakatan antara ITT dan Pemerintah Indonesia, Parapak ditawari jabatan penting di ITT, dan pada waktu yang sama diminta oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi Direktur Utama Indosat (BUMN) yang pertama. Parapak tanpa ragu-ragu memilih untuk menjadi Dirut Indosat (BUMN), walaupun gaji dan remunerasi yang ditawarkan jauh lebih rendah.

Di bawah kepemimpinannya, Indosat mengalami transformasi manajemen, kultur perusahaan, pengembangan sumber daya manusia. Indosat maju pesat dan mendapat perhatian para pengamat dan para ahli manajemen, telekomunikasi nasional dan internasional. Sehingga dalam waktu singkat Indosat menjadi salah satu BUMN terbaik di Indonesia dan berulangkali memperoleh penghargaan nasional dan intemasional.

Melalui Indosat, Parapak ikut berperan dalam pemilihan, penerapan dan pengembangan teknologi terkini dan tepat guna baik dalam mengembangkan dan memodernisasi layanan telekomunikasi maupun dalam manajemen perusahaan. Selama memimpin Indosat, Parapak juga ikut berperan pada berbagai organisasi internasional seperti International Telecommunication Union (ITU), Intelsat, Inmarsat, ASEAN, APEC dan lain-lain. Parapak mendapat kehormatan menjadi anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN. Bahkan terpilih sebagai Wakil Ketua dan Ketua Dewan Gubernur Intelsat pada tahun 1989-1990. Di ITU, Parapak sering diundang sebagai pembicara pada berbagai konferensi dan seminar internasional.

Ia bahkan dipilih sebagai pimpinan beberapa kegiatan global seperti Ketua World Plan, Asia & Oceania, Pimpinan/Ketua Konferensi Global Mobile Personal Communication Satellite System, yang menghasilkan kesepakatan dunia untuk memulai sistem komunikasi bergerak melalui Satelit. Atas saran berbagai tokoh telekomunikasi dunia, Parapak dicalonkan Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi orang nomor satu di pertelekomunikasian dunia, sebagai Sekretaris Jenderal pada periode 1998-2003. Namun, krisis multidimensi melanda Indonesia, sehingga citra Indonesia pada saat pemilihan ikut mempengaruhi suasana pemilihan. Sehinga yang terpilih adalah ca1on dari Jepang.

Sekjen Depparpostel
Parapak menjadi pimpinan puncak di Indosat sampai tahun 1991, pada saat itu ia diminta oleh Pemerintah melalui Menteri Susilo Soedarman menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Depparpostel). Kembali Parapak tanpa ragu menerima tawaran tersebut wa1aupun gaji dan remunerasi sangat kecil dibanding apa yang diperoleh sebagai Dirut Indosat. Ia pun tidak mempersoa1kan golongan yang diberikan, hanya III D, walaupun diberi pangkat lokal IV D. Semua itu ia syukuri dan terima sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Parapak menjadi Sekjen Depparpostel hampir 8 tahun, suatu periode yang cukup lama, mendampingi empat menteri, yaitu almarhum Susilo Soedarman, Joop Ave, A. Latief dan Marzuki Usman.

Ka1au ia meningga1kan Indosat sebagai Direktur Utama, dengan gedung Indosat yang megah, kinerja perusahaan dan sumber daya manusia yang cukup membanggakan, maka di Departemen Parpostel ia mulai pula dengan partisipasi dalam pembaruan dan modernisasi. Selama jabatannya, Depparpostel akhirnya memiliki kantor yang paling bergengsi di Merdeka Barat, pengembangan sumber daya manusia yang profesional melalui kerja sama dengan Bank Dunia, mendukung menteri memajukan pariwisata Indonesia pada pentas dunia. Ia juga mengembangkan konsep-konsep baru untuk reformasi sektor telekomunikasi dan pos serta membina koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Selama menjabat sebagai Sekjen, Parapak juga dipercaya sebagai Presiden Komisaris PT Indosat dan PT Inti. Sehingga ia termasuk sa1ah satu insan telekomunikasi dan teknologi informasi yang dikaruniai kesempatan mengabdi dan berperan pada seluruh tatanan pembinaan dan pengelolaan telekomunikasi di Indonesia. Tak mengherankan apabila sampai saat ini namanya masih sangat terkait dengan modemisasi pertelekomunikasian di Indonesia.

Selepas menjabat Sekjen Depparpostel dan Depparsenibud, ia masih berkiprah sebagai chairman dan Preskom di beberapa perusahaan lingkungan Lippo – AcrossAsia Multimedia (Indonesia). Antara lain di PT Broadband Multimedia (Kabelvision), PT AsiaNet Multimedia, PT Natrindo Selular (Lippo Telecom). Serta menjabat Wakil Rektor Universitas Pelita Harapan.

Di sektor Pariwisata, anak desa ini sangat terlibat dalam pengembangan berbagai konsep dan pemikiran yang terkait dengan kepariwisataan nasional. Antara lain gagasan bebas visa, Pariwisata Inti Rakyat, dan High Touch & High Tech Tourism.

Salah satu aspek yang selalu mendapat perhatian khusus Parapak adalah pengembangan sumber daya manusia. Tampaknya pengalaman pribadinya sangat berperan dalam memotivasinya untuk memajukan sebanyak mungkin anak bangsa.

Di Indosat, masalah pendidikan dan latihan sangat diberi prioritas sehingga profesional muda pun, kalau dinilai siap, diberi tanggung jawab. Ia sendiri menjadi pimpinan puncak pada saat berumur 36 tahun. Di Depparpostel, ia gigih mendukung pembaruan, perluasan dan penyempurnaan pendidikan dan latihan. Ia ikut mendirikan Akademi Pariwisata di Medan dan Makassar. Ia menggagas program beasiswa untuk pendidikan telekomunikasi dan teknologi informasi.

Ia juga menjadi penggagas, penyantun Sekolah Menengah Umum unggulan di desa, dan selalu berusaha mengusahakan beasiswa bagi anak-anak berprestasi yang kurang mampu. Ia pernah mengajar di Universitas Indonesia, Lemhannas, Universitas Pelita Harapan. Ia anggota dan pimpinan Dewan Penyantun dari berbagai lembaga pendidikan. Tampaknya baik dari aspek teknologi, manajemen perusahaan, maupun administrasi pemerintahan, Parapak melihat betapa strategisnya sumber daya manusia profesional. Ia meyakini bahwa manusialah yang teramat penting, menjadi subjek dan objek strategis dalam seluruh upaya pembangunan.

Selain pendidikan formal, Parapak juga mengikuti berbagai pendidikan khusus, di antaranya: Diploma Management Problem Analysis & Decision Making pada Kepner -Trigoe Australia, 1974. Maret 1975, Diploma Affective Management Communica- tion pada Tabbot Smith & Association. Mei-Juni 1975, Diploma Dynamic Management for International Executives di University of Syracuse New York. Kemudian, Diploma Management
Seminar, Oktober 1976 pada Da1e Carnegie & Associates. Oktober 1978, Diploma Marketing pada ITf -Communications Group New York. Dua tahun setelah itu, ia memperoleh Sertifikat "Manajemen Keuangan" pada SGV Jakarta; Mendapat ranking No.1 Penataran Type A P-4, 1981; Mengikuti Penataran Manggala P-4, 1995. Sejak 1970, aktif mengikuti berbagai seminar manajemen telekomunikasi, komputer, informasi, dan pariwisata di dalam dan luar negeri.

Memperhatikan jenjang pendidikan forma1 dan pendidikan khusus yang pemah digeluti, Parapak bagaikan atlet yang sukses berselancar di atas gelombang perubahan. Penga1aman selaku atlet peselancar itu mewarnai kiprahnya dalam berbagai tugas yang pernah dan sedang diembannya.

Peran di Masyarakat
Kalau mau disebutkan satu per satu kegiatan dan peran Jonathan Parapak dalam bidang keagamaan maupun sosial, mungkin harus dibuat satu buku tersendiri. Ia ikut aktif mendirikan lembaga pendidikan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat, organisasi kemasyarakatan atau lembaga yang berkaitan dengan kegiatan pelayanan Gereja.

Parapak merupakan pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pelayanan Mahasiswa, Perkantas. Ia menjadi pemrakarsa, salah satu pendiri, bahkan menjadi Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informatika. Ia pun pemrakarsa, salah satu pendiri bahkan menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia yang juga menyelenggarakan beasiswa untuk telekomunikasi dan informatika. Demikian juga pemrakarsa, pendiri dan Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telematika dan Informatika. Ia salah satu pendiri dan Ketua Yayasan Bina Insan Pembangunan untuk beasiswa.

Di bidang kegiatan dan pelayanan Gerejani, ia juga memrakarsai beberapa yayasan, antara lain ia adalah sa1ah satu pendiri dan Ketua Yayasan Damai Sejahtera untuk Pelayanan dan Kesaksian, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembaca Alkitab. Ia Ketua Dewan Penasihat PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia), Ketua Dewan Penyantun STT Jakarta, Ketua Dewan Penyantun STT Rantepao.

Sedangkan di berbagai lembaga kedaerahan ia selalu diminta untuk berperan maksimal, dan peran itu dia terima meskipun kesibukannya sela1u penuh. Ia sela1u berusaha memegang prinsip dan pedoman hidupnya: mengabdi adalah memberikan yang terbaik. Masih banyak lembaga yang meminta partisipasi dan perannya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi tentang Parapak, yakni kemampuannya mengatur waktu sehingga pelayanan, pertisipasi dan bahkan kepemimpinannya dalam berbagai organaisasi atau lembaga selalu maksimal. Itu sebabnya ia merasa heran kalau ada orang yang menolak pelayanan atau tugas dengan alasan sibuk. Ia memang telah membuktikan dirinya sebagai sosok yang mampu melakukan penatalayanan waktu yang diberikan Tuhan kepadanya secara bertanggung jawab.

Nathan tidak hanya berhasil menuntut ilmu di Negeri Kanguru, tapi ternyata juga akhirnya ia mempersunting gadis dari Australia. Menurut penuturannya, ia berkenalan dengan Anne Atkinson melalui persekutuan Kristen di Universitas Tasmania. Mereka bersama melayani sebagai pengurus di kampus dan dalam pelayanan lainnya.

Bibit perkenalan di Australia itu berkembang menjadi cinta. Yaitu setelah beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1970, Anne bertugas sebagai sukarelawati ke Indonesia, dan menjadi dosen sastra Inggris di Universitas Padjadjaran Bandung. Akhirnya mereka menikah 4 Desember 1971, setelah Anne merasa dapat tinggal di Indonesia. Perkawinan itu dikaruniai tiga anak, semuanya perempuan, yaitu Esther, Lise, dan Kathryn. Semua anak sudah menikah.

Parapak bangga dengan isterinya yang dapat menyesuaikan diri dengan begitu hebat. Termasuk menjadi Ketua Dharma Wanita waktu ia menjadi Dirut Indosat dan Sekjen Depparpostel karena menterinya tak punya isteri.

Latar belakangnya sebagai orang desa yang akhirnya mengarungi dunia intemasional, tidak membuatnya lupa akan keakrabannya dengan alam, sesama maupun Tuhannya. Bahkan, semua pengalaman dan pemahaman itu membuatnya menjadi manusia yang berimbang. Ia mampu membangun sikap yang seimbang terhadap alam dan teknologi, terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan Allahnya.

PROFIL:
Jonathan Limbong Parapak, M.Eng.Sc
Lahir :
Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 12 Juli 1942
Agama :
Kristen Protestan
Isteri :
Anne B. Parapak
Anak :
Esther Parapak, Lise Parapak, Kathryn Parapak
Pendidikan:
1949- 955 SD di Rantopao
1955-1958 SMP di Rantepao
1958-961 SMA Negeri I (Teladan), Makasar (Ujung Pandang)
1962-1966 University of Tasmania, Australia (disamakan Sarjana Teknik)
1967-1968 Pasca Sarjana di Universitas Tasmania Tamat dengan gelar "Master of Engineering Science" (M.Eng.Sc).
1984 Lemhannas dengan mendapat 'Wibawa Seroja Nugraha (peserta dengan nilai tertinggi)
Pendidikan Khusus
Mei-Juni 1975 University of Syracuse New York (Diploma: Dynamic Management for International Executives).
Oktober 1978 ITT-Communications Group New York (Diploma: Marketing)
1981 Penataran Type A P-4 (Ranking 1)
1995 Penataran Manggala P4
1970-Sekarang : Mengikuti berbagai seminar manajemen telekomunikasi, komputer, informasi dan pariwisata.
Pengalaman Kerja
1966 : Telecoms Australia sebagai "Radio Installation Engineer"
1967-1968 : Research Laboratories-Telecoms Australia dalam kerja sama dengan University of Tasmania, Research untuk Master Degree
1968-1969 : Telecoms Australia sebagai Microwave System Design Engineer .
1969 1970 : IMC Engineer -PT.Indosat Jakarta
1971-972 : Station Engineer -PT. Indosat Jakarta 1973- 1975 : System Engineer -PT. Indosat Jakarta
1975-1977 : Manager Operations & Engineering PT. Indosat
1978-Jan. 1980 : Director Operation & Engineering PT. Indosat
1976-980 : Member ofthe Board ofDirectors PT. Indosat
1980-1991 : Direktur Utama PT. Indosat
1991-1999 : Komisaris Utama PT. Indosat
1991-1998 : Sekretaris Jenderal Departemen Parpostel
1998-1999 : Sekretaris Jenderal Departemen Parsenibud
1987-1991 : Komisaris Utama PT.Gratika Nusantara
1988-1991 : Komisaris PT. Lintas Arta
1985-1990 : Anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN
1988-1989 : Vice Chairman Intelsat Board of Governors
1989- 990 : Chairman, Intelsat Board of Governors
1988-1992 : Chairman ITU World Plan for Asia and Oceania
1989-1991 : Member High Level Committee ITU (International Telecommunication Union)
1991-1999 : Pembina Koperasi Pegawai Dep. Parpostel
1991 : Ketua Panitia Konperensi negara-negara OKI di Bandung
1993- 1999 : Komisaris Utama PT. INTI-BPIS
1995- 1999 : Anggota Dewan Riset Nasional
1994-1996 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi KSO
1995-1998 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi PCN/PCS/PHS
1993 -Sekarang : Ketua Yayasan Pedidikan Teknik Indonesia
1995- Sekarang : Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informasi
1996-1997 : Chairman First World Telecommuniactions Policy Forum-ITU, Geneva
1997-1999 : Anggota MPR.
2000-sekarang : Charman/Preskom beberapa perusahaan di lingkungan LIPPO-AcrossAsia Multimedia (Indonesia).
Pengabdian di UI dan Lemhanas
1970-1980 : Dosen Luar Biasa di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia dalam mata kuliah Teknik Telekomunikasi dan Tugas Sarjana
1976-1979 : Ketua Departemen/Kabinet Elektronika/ Telekomunikasi, Anggota Senat Fakultas Teknik 1985 -19995 : Dosen Lemhannas (Anggota Kelompok Kerja Sismennas Lemhannas)
1996 -Sekarang : Ketua Dewan Penasehat Program S2 Telekomunikasi Universitas Indonesia
Pengabdian Lain
Pembina KORPRI Unit PT. Indosat 1981- 1991
Ketua KORPRI Dep. Parpostel/Parsenibud 1992- 199
Ketua Umum Ikatan alumni Australia 1988 -1992 dan Ketua dewan
pembina 1992 -sekarang
KetuaBidang Pengembangan Ikatan Alumni Lemhannas 1985- 1991
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia 1986- 1991
Ketua Departemen Data dan Informatika Pengurus Pusat KADIN 1989-1991
Anggota Dewan Pertimbangan KADIN 1989-1991
Pembina Yayasan Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Toraja dan Yayasan Pendidikan Tongkonan
Wakil Ketua Umum-Seminar Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) 1987 tentang Sistem Ekonomi Nasional Indonesia
Ketua Umum Seminar IKAL 1988 tentang Sistem Politik Demokrasi Pancasila
Ketua Umum Seminar IKAL tentang Sistem Sosial Budaya Indonesia yang mendukung Strategi Jangka Panjang Tahap II 1989
Ketua Umum Seminar IKAL 1990 tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan N asional dalam Pembangunan N asional
Ketua Umum Seminar IKAL tentang Pembinaan Sumber Daya Nasional untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional dalam Era Kebangkitan Nasional II
Anggota kelompok kerja/Pengkajian Sistem Manajemen Nasional Lemhannas.
Ketua II Ikatan Profesi Komputer dan Informatika (IPKIN) 1989-1991
Sekretaris Tim Pengembangan dan Pendayagunaan Sistem Informasi Nasional (TP2SIMNAS)
Wakil Ketua TP2 Simnnas mulai 1989-1992
Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia 1994- sekarang
Penghargaan
Terpilih oleh ITT Quality Council (calon-calon dari seluruh dunia) untuk menerima Ring of Quality 1976 sebagai penghargaan “Prestasi yang sungat menonjol”
Setya Lencana Pengabdian Indosat 20 tahun,1989
Dianugerahi Setya Lencana Pembangunan oleh Negara RI pada tahun 1985
Satya Lencana Dwidya Sistha-Lemhannas 1990
Dianugerahi Bintang Jasa Utama 17 Agsutus 1992
Penghargaan Pembina Koperasi 1996.
Karya Tulis:
(1) Berbagai makalah di bidang elektronika telekomunikasi dan informatika yang diterbitkan/disampaikan pada pertemuan di dalam dan di luar negeri.
2) Thesis Master di University ofTasmania.
3) Karya tulis di Lemhannas ‘Sistem Informasi manajemen Nasional’ yang
kini mulai diangkat ditingkat nasional misalnya TP2SIMNAS.
4) Berbagai makalah di bidang Manajemen, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi yang diseminarkan dan diterbitkan di dalam dan luar negeri.
Alamat :
Jl. Teuku Umar 14, Menteng, Jakarta 10350.

Dikutip dari:
*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), dari Buku Jonathan Parapak: Pembelajar dan Pelayan.
Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero

greattttttttttttttt

yatongan ri te tumanassa manarang..........bisa lampamaju tondokta........da'mi pilih calon senga'...p'Para'pak bangmo..umbarakanakua siulu'?........atau denparaka lebih hebat dari Para'pak???silahkan riwayat hidupnya diposting....Mana Rante? mana Sorring??..mana Rendeng??mana Deka? pasti tidak ada yang sehebat itu to???.........

Setujuuuuuuuuuuuuuu

iyo apalagi rante pasti malu kasih muncul profilnya.......soalnya cuma andalkan kandidat doktornya.......itupun kandidat dibeli wkwkwkkwkkwk........kalau rante bisanya cuma nepotisme...bayangkan anaknya yang dungu dan tidak tahu apa-apa (seperti ambe'na) itu bisa jadi dosen di Uncen...wkwkwkkwkkwkkwk

Syalom!!! Memberikan

Syalom!!!
Memberikan komentar jgnlah meremehkan/merendahkan org lain, itu adalah DOSA.
Jika kamu org beriman hargailah org lain.
Trima Kasih, GBU

bukan merendahkan atau

bukan merendahkan atau menghina tapi kenyataan...da'mu sengke sangmane...tongan te sangmane......kalau tidak percaya tanya teman-temannya di fakultas ekonomi uncen.......yarina diangka' dosen saba' pengaruh ambe'na ri....buda duka solata napatama tapi nabaya'dikka'...mui keluargana ma'baya' duka....saya tidak usah menyebut nama demi privacy orang...jadi lebih baik anda cari tahu sendiri....oke????.bye.bye......

p'Para'pak satu-satunya

p'Para'pak satu-satunya orang Toraja yang masuk di ensilkopedi tokoh Indonesia..........ini bagus mohon profil figur kandidat lain diposting juga terima kasih

Say no to rante

misa'ri kupokada da'mi pilih tu rante...nabalukankomi dako' lako to Papua!!!!!!!!!!

Toraja Bersatu!!!

HERAN...
TORAJA SUDAH KECIL MAU LAGI DIPECAH-PECAH,, MASYARAKATNYA MAU AJA DI BODOHI OLEH ORANG2 YANG GILA JABATAN.

APA UNTUNGNYA TORAJA DI BAGI DUA?????
AGAR DAPAT JABATAN,, BIAR BISA KORUPSI!! (FUCK)

SADARLAH BAPAK2 YANG AMBISI MO JADI BUPATI DAN KONCO2 NYA,, HANYA UNTUK CARI UANG "CEPAT" KALIAN MEMECAH BELAH TORAJA.

NB: BUAT YANG MEMECAH TORAJA JADI DUA ---> FUCK YOU

====================
Ir. Apaduka Mutandai
Duta Besar Toraja untuk Toraja kembali bersatu

MAKANYA JANGAN PILIH DINASTI AMPING

SIAPA YANG BAGI-BAGI TORAJA???? SATU-SATUNYA ORANG TALLU LEMBANGNA YANG SENANG MEMBAGI TORAJA ADALAH PAK BUPATI SENDIRI...., JADI JANGAN PILIH DINASTINYA....

birangna na opa ke.

mbai melo ke ya bang opa tu tobaine dadi bupati do kampng ta,mbai na melo2 sia dalle'to, apara te mai muane na sangadi buda bang tu bokona sia pakenanna.

klau saya baca2 komentar

klau saya baca2 komentar dari forum ini kemungkinan mayoritas tukang ojek yg monopoli,bukan dari kaum terpelajar...atau kah bisa juga dari kaum terpelajar karena saking pintarnya akhirnya jadi bodoh(pintar bodoh), bagi kita sebagai pembaca cukup dimaklumi dan jangan ditanggapi secara serius,itu kalau anda tdk mau terjangkit.

pepasan

Dengan adanya pemekaran tanatoraja jabatan struktur pemerintahan akan bertamabah dan akan disusul dengan pembengkakan anggaran terhadap munculnya posisi2 baru jika tidak dikontrol akan memunculkan koruptor2 yang baru yang akan menyengsarakan masyarakat kecil ditana toraja
Fr: Johanes Toding

Capek dee

Capek bangmo un rangngi tu misi sola visinna to la morai mendadi panggawa alias penguasa atau TU1, latongan siaraka ia to'.....na ditiromo buttinna tu to ma'parenta selama ini di Toraja..Toraja tidak ada perubahan!!!! semua jadi macet terutama prawisata yg jadi andalan Toraja..Saya mewakili anak muda perantau agar memilih calon yang memang betul2 membangun Toraja Utara kalau perlu buat semacam kontrak kerja sama masyarakat(jangan kontrak politik, mala bangmoki unrangngi to'.

Thanks

admin harus turun tangan

forum ini sudah layaknya pasar bolu. ada yang tawar ada yang jual ada yang beli. sudah sangat tidak punya etika dan kesopanan. kalau admin gak bisa jadi pemandu yang baik(sensor komentar2 yang tidak bermoral dan mengadu domba) mendingan blog ini ditutup/dihapus aja. bikin malu orang toraja.

numpang lewat

Eh temen-temen di toraja utara... gimana dengan calon bupati toraja utara yang satu ini ya ...Kala'tiku paembonan... keren gak ya.... so pasti keren lah ya.....

Siulu' solanasang sang

Siulu' solanasang sang torayan yang kami banggakan,
Ijinkan kami untuk meramaikan dan memperkaya bursa cabup Toraja Utara periode 2010-2015.
Setelah mengamati berbagai milis yang membahas tentang cabup Toraja Utara 2010-2015 ijinkan kami menyampaikan calon alternatif dari sekian nama2 yg telah mewarnai ajang cabup ini.
Nama calon altenatif yang kami maksud adalah:

IR. S. NEMBA TANGKEALLO

Beliau adalah salah seorang anak muda dari Toraja Utara yang mengepalai salah satu divisi IT PT. INDOSAT, penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, sangat aktif menyumbangkan tenaga dan pikiran di GT Toraja di wilayah Jakarta. Tutur kata dan perilakunya sangat santun, aktif di kegiatan dan kepengurusan Gereja dan perkumpulan masyarakat Toraja, jujur dan MELEK TEKNOLOGI, dan yang terpenting memiliki VISI DAN MISI untuk membangun Toraja Utara dari keterpurukan dan mengembalikan kejayaan budaya dan pariwisata Toraja dimata dunia internasional, meningkatkan SDM yang sedang terjerembab untuk bangkit seperti pada tahun 70-an s/d akhir 80-an dimana putra-putri terbaik Toraja menguasai lulusan perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia khususnya di Indonesia Timur dan bekerja pada instansi-instansi terkemuka di Indonesia.

Semua itu akan dipadupadankan dengan teknologi terkini untuk membantu putra-putri Toraja Utara agar melek Teknologi dan Informasi sehingga mampu bersaing dengan daerah lain dan yang terpenting masa kejayaan putra-putri Toraja Utara kembali kita raih untuk membangun Tondok Toraya yang sangat kita cintai.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sasaran utama dalam 5 tahun kedepan selain meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan pendapatan bidang ekonomi dan pariwisata yang memang sudah otomatis harus dilakukan, sasaran penting lain yang harus dilakukan dari sekarang adalah membentuk dan membangun kembali kekayaan SDM melalui pendidikan yang berlandaskan budaya Toraja yang dipadukan dengan pengenalan teknologi terkini yang tidak bisa kita elakkan karena arus perubahan yang begitu cepat agar outputnya menghasilkan putra putri Toraja Utara terbaik yang berbudaya bukan saling memaki-maki seperti dalam milis ini dan banyak milis toraja lainnya dan tentunya melek teknologi untuk diterapkan di Toraja demi kejayaan dan kemakmuran masyarakat Toraja Utara yang sangat kita rindukan.

Kami (baca:saya) anak muda Toraja Utara yang prihatin dengan terkikisnya akar budaya leluhur tetapi masih melek teknologi dan informasi siap menyumbangkan pikiran dan tenaga dari rantau untuk meraih kembali kekayaan intelektul putra-putri Toraja Utara yang hampir sirna ditelan jaman yang amat sangat kejam.

Akhir kalimat: kepada sahabatku Ir. S. NEMBA TANGKEALLO, kembalilah ke Toraja Utara untuk menuntaskan kegelisahan sahabatmu ini, membangkitkan budaya Toraja yang sudah hampir punah tergilas jaman yang sangat edan dan sekaligus meningkatkan perekonomian dan pariwisata yang dilandasi kejujuran, keimanan dan kepedulian sosial yang tinggi serta penerapan teknologi terkini dan tepat guna sebagai sarana penunjang SDM bagi kejayaan intelektual putra-putri Toraja Utara.

HAHAHAHA

DEN SIA RAKA RINGGI' NA TUH...MBAI NA MODAL DENGKUL BANGRI

likulambe wai golla

diharapkan kepada seluruh pengguna situs ini yang peduli terhadap adat, budaya dan pemerintahan di Tana Toraja untuk menggunakan situs ini dengan baik, bahasa yang sopan, analisa yang tidak menyesatkan bagi pembaca yang lain serta informasi informasi yang kredible sehingga dapat bermanfaat bagi perkembangan Tondok Lepongan Bulan gontingna matari allo yang kita cintai. Selamat bersopan santun di situs ini!!!!!!!!!!!!!!!!!

sekedar komen hsl jln2 di toraja

kira-kira stgh thn yg lalu sy dan tmn-tmn berkunjung ke bbrp daerah di Toraja.pemandangan alamnya patut diakui sbg salah satu yg terbaik di dunia.it really does..kata tmn sy.tp sangat menjadi minus ketika kami berkunjung ke arah barat,ke arah perbatasan dgn sulawesi barat utk suatu keperluan survey.sangat tidak masuk akal melihat akses jalan ke arah barat sana.sembari minum kopi (bener-bener kopi kental ternikmat yg pernah sy rasakan), kami ngobrol dgn penduduk sekitar dan bertanya-tanya kok bs terjadi diskriminasi pembangunan di daerah yg sgt berpotensi ini?berbagai mcm jwbn dan respon yg kami dpt.salah satu yg kami tangkap adalah krn kurangnya sumber daya manusia yg berasal dari daerah barat yg mendapat tempat/jabatan strategis di pemerintahan maupun pemerintahan daerah yang memiliki akses dan kuasa untuk pembangunan daerah, sehingga tertinggallah pembangunan di sana..hmmm...apakah betul begitu??..hhmmm...

Hal Esensial

Waaahhhh….rame!!!saudara2-ku Topik Etika berbicara sepertinya mengalahkan Topik siapa calon yang masing2 kita usung……..!!!terlepas dari itu, untuk saudara kita yang memberi komentar yang membuat hati kita “MIRIS” sebagai orang Toraja untuk membacanya, gak perlu di tanggapi. Lebih bijak lah untuk mendebatkan hal2 yang lebih ESENSIAL lagi menghadapi Pilkada Tana Toraja dan Toraja Utara ke depan. Rasa “Sense Of Crisis” yang bersangkutan mungkin sudah hilang sebagai orang Toraja, atau hanya sebuah ungkapan ke2cewaan, mewakili masyarakat Toraja secara luas, yang rindu akan figur pemimpin Ideal yang di harapkan. Terlepas dari itu semua, mudah2-an saudara2 dapat membaca topik yang saya Posting dalam Forum ini tentang “Pemimpin Ideal”, sebagai acuan kita untuk memilih dengan dasar panggilan hati Nurani masing2, bukan atas dasar “Titipan” dari penguasa, “Tim Sukses”, atau “Keluarga Terdekat Kita”.
Tetapi demi untuk kelangsungan pembangunan dan Kehidupan di Tana Toraja dan Toraja Utara yang tercinta.

“MISA KADA DI POTOU PANTAN KADA DI POMATE”

Salam hangat saya, untuk kalian semua dari tempat Rantau.

Anto Paranoan, ST.

lendu lalan

sekedar lewat aja.....mari dukung MARSEL B.PATULAK CALON BUPATI TANA TORAJA...saya rasa dia jg kompeten untuk maju sebagai calon bupati toraja

Mohon Maaf Saudaraku di mana

Mohon Maaf Saudaraku di mana saja...
Mengingat komentar2 dalam Facebook ini sudah tidak layak lagi, alangkah bagusnya kalau formatx dirubah biar yang otomatis muncul emailnya paling tidak biar ketahuan yang tidak sopan dan kurang ajar. Saya sebagai Generasi Toraja yang sudah lama merantau meninggalkan Toraja tetapi sering pulang ke Kampung, banyak fakta yang sangat miris dan memalukan untuk dibahas. Atau milis/Facebook ini ditutup saja. Jangan kotori muka kami di rantau orang biarlah Saudaraku yang dikampung berlumur kotoran tedong sebab kami punya rasa malu, punya wibawa dan masih dihormat orang.

Untuk itu, janganlah mempermalukan keturunan yang semestinya sitende' dengan arti To RAYA. Ingat TO RAYA. Catat itu....

Etika Berbicara

Buat sangsiuluran sola nasang,

Sungguh sangat meneyedihkan jika mendowload di facebook sangtorayaan...sungguh sangat tidak beretika...sangat tidak logis sebagai seorang yang tahu tatakrama,sopan santun dan etika dalam mengeluarkan pendapat...sungguh sangat ironis sekali dengan label kita sebagai masyarakat religius....apa yg di utarakan di forum seperti ini hanya bisa hanya bisa di lakukan oleh orang2 yang tidak punya hati nurani...kasihan sekali saudaraku kalau anda hanya bisa berbuat seperti itu..mengeluarkan kata2 kotor di forum yg bica ribuan org!!!!sebaiknya anda tidak usah gabung di forum ini...mungkin anda baru bisa mengakses facebook sehingga anda sdh mersa hebat!!!!!!anda tdk ada apa2nya you are a litle bit..you are NOTHING !!!!
saya yakin bahwa saat ini anda tinggal di kampung makanya pemikiran anda sangat sempttttt...coba anda keluar jalan ke luar toraja..biar anda tdk kampungannnnnn.

Tondok umbasiamora nai tu

Tondok umbasiamora nai tu mangka mulessak mukua kampungan kan tu to torro do toraya, tendengan bangko la, klo baca koment yg kurang sopan tdk usah ditanggapi karena klo ditanggapi brti makin memmancing&memperburuk suasana, ingat bahwa roda kehidupan ini terus berputar.

TORAJA bos, bukan

TORAJA bos, bukan Toraya.
peace

Toraja dengan Toraya

Toraja dengan Toraya samabangsia ulu'. Misa bahasa Indonesia anna misa basa Toraya. Umbai padabangsia....

siapa lagi nih yang

siapa lagi nih yang terhangat akan menjadi calon bupati dan wakil bupati tator??????????

lendu lalan ka sangngattuk

mau tahu calon bupati terhanagt sekarang ,,,,,orangnya adalah MARCELL B. PATULAK

lasomi nasang tu kamu lan

lasomi nasang tu kamu lan te...TELEKKKKKKKKKKK

eh hati2

anda ngomong yang sopan doong sebagai orang terpelajar dan bertatakrama pemikiran anda yg terbatas membuat anda picik dan tdk dapat memberikan tanggapan dengan ide yang baik dan pemikiran yang brillian jgn cuma bicara kotor tidak ada manfaatnya bahasamu bahasa pangkambi tedong penuh kekecewaan belajar sopan santun sebagai orang toraja yg dewasa

weeeeeeeee yg gak tau sopan

weeeeeeeee yg gak tau sopan santun g usah nebeng ngomong di forum neh....forum ini cmn tuk orang yang tahu sopan santun

ORANG INI TDK PUNYA KELAMIN

ORANG INI TDK PUNYA KELAMIN KALI????????????JOROKKKKBODOHHHHH...KAMPUNGANNNNN..BANCI HANYA BERANI BICARA LWT FACEBOOK....KATA2 INI HANYA BISA DI UCAPKAN O/ORG2 YG TDK BERPENDIDIKAN...TDK TAHU ADAT ISTIADAT....TDK PUNYA AGAMA.