Membangun Toraja Utara
Membangun Toraja Utara
Oleh Ir. Markus Baka, MM
Setelah Tana Toraja mengalami pemekaran menjadi Toraja dan Toraja Utara, memunculkan berbagai dinamika ditengah-tengah masyarakat khususnya bagi Toraja Utara.
Betapa tidak bahwa hari-hari belakangan ini banyak kaum cerdik pandai baik yang di Toraja maupun yang ada di rantau , yang malu-malu maupun yang terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai calon Bupati Toraja Utara walaupun jadwal pemilihan belum jelas.
Mencermati kondisi tersebut, masyarakat Toraja yang kita kenal adalah masyarakat taat melaksanakan ibadahnya kepad Tuhan yang Maha Esa, loyalitasnya tinggi, penyabar dan bertanggung jawab, mempunyai perasaan sepenanggungan yang tinggi sesuai semboyannya “Misa kada dipotuo pantan kada di pomate†untuk itu siapapun balon Bupati bukanlah persoalan. Silahkan menebar pesona dengan menjunjung tinggi sportifitas yang sehat, menggunakan akal sehat melalui berbagai program apa yang hendak di perjuangkan untuk membawa masyarakat yang sehat dan sejahtera, beriman, mempunyai harga diri, memiliki rasa aman, dan tepenuhi kebutuhan fisiknya.
Dengan demikian diharapkan setiap balon harusnya menawarkan programnya dengan semangat moral yang harus dijunjung tinggi bukan menabur uang, untuk kebutuhan sesaat yang akan berbalik menghancurkan Toraja Utara melalui KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) ..
Perlu diingat bahwa Toraja Utara baru lahir untuk itu Sangat diperlukan pondasi yang kokoh dan kuat sehingga dibutuhkan tata ruang, tata kota serta analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang erat dan terpadu karena mempunyai keterkaitan .
Berkaitan dengan itu melalui tulisan ini dicoba menyarankan kepada pelaksana tugas Bupati Toraja Utara untuk tidak berpikir pembangunan apa yang hendak dilaksanakan Sekarang, tetapi bagaimana berpikir untuk pondasi apa yang hendak dipakai, apa meletakkan pondasi di atas batu atau di atas pasir karena hal ini akan menjadi penentu Toraja Utara hari ini, hari esok, dan hari ke depan.
Program kerja yang hendak ditawarkan adalah:
Pertama: menentukan batas wilayah geografis Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara secara menyeluruh serta membangun gerbang Toraja Utara dari pintu masuk dariKabupatenToraja maupun dari KabupatenLuwuk.. Kedua : disarankan agar mengumpulkan ahli berbagai disiplin ilmu untuk menyusun tata ruang terpadu yang terkait dengan:
a. sentra-sentra ekonomi;
b. objek wisata (budaya,kerajinan tangan,hotel,restoran,dan sumber informasi);
c. Tongkonan dan hak ulayatnya;
d. Sektor pertanian (jangka pendek, menengah dan panjang);
e. Sektor Kehutanan (hutan lindung dan hutan produksi);
f. Pusat pendidikan dan pelatihan (akademi, universitas, SMK/SLTA, SMPdan SD serta pelatihan);
g. Rumah ibadan dan pemakaman;
h. Daerah Industri;
i. Infrastruktur dan lain-lain.
Ketiga: tata kota, meskipun disadari bahwakota Rantepao sudah dalam posisi kritis untuk bisa dilata tetapi masih mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan.
Keempat: analisa dampak lingkungan , bercermin dari pengalaman buruk yang dialami berbagai daerah dewasa ini melalui bencana alam yang telah menghancurkan umat manusia dan harta bendah membuat hal ini sangat penting untuk dilaksanakan.
Dari keempat hal yang dikemukakan di atas akan menjadi penentu di dalam menyusun masterplan pembangunan jangka pendek,jangka menengah dan jangka panjang Kabupaten Toraja Utara kedepan .
Demikian tulisan ini semoga menjadi masukan yang berharga untuk membangun Toraja Utara, syaloomm..Jakarta, April 2009.
- Login to post comments









