TAU-TAU AKAN DIPAMERKAN DI BENTARA GALERI NASIONAL

Lagi-lagi potret muram Toraja diperlihatkan oleh kepala daerah Tana Toraja kepada seorang Mike Turusy.
Keberangkatannya ke Jepang atas undangan untuk pameran tunggal serta simposium terbuka menggali nilai-nilai eksistensi tau-tau sebagai bagian dari keunikan budaya toraja.

Mike Turusy kembali dengan perasaan kekecewaan yang membuncah setelah mendengarkan langsung jawaban seorang bupati (inisial :A.S.) dan setelah pula memberikan sebah lukisan bernilai tinggi kepada beliau.
Seorang bupati telah memperlihatkan betapa ia bukan seorang Toraja !
Kejadian tersebut terjadi di tahun 2006.

Semburat kekecewaan masih terpancar dari getaran nada bicaranya ketika saya kembali bertemu sang maestro kemarin 28/04/2009.
Ia tidak melupakan Toraja, segala kenangan manis melampaui kenangan buruk yang ia terima dari seorang pemimpin.
Sebagai orang Toraja terkesima mendengar pengakuan lugu tadi. Apakah kita dari golongan yang tidak tahu bertrima kasih? setelah seorang Mike mampu melambungkan Toraja di belantara Seni Dunia?
Tidak terhitung kini karya beliau yang tersimpan di musem galeri seni ternama di eropa-amerika hingga di Jepang sana.

Beliau dengan arif mampu menangkap makna sejati filosofi tau-tau dibandingkan kita yang saat ini hanya melihatnya hanya sebagai perangkat budaya.
Saat ini beliau mendapat undangan kehormatan untuk pameran tunggal di Bentara Nasional. Lagi-lagi Toraja mendapat ekspose yang sangat besar di kalangan seniman, bukan karena keahliannya saja sebagai seorang seniman melainkan pemaknaan dan budaya-budaya simbol mengenai budaya toraja.

Mike Turusy saat ini membutuhkan perhatian kita, ia hanya mengharapkan bantuan untuk menjejakkan kakinya di Bentara Galeri Nasional. Membawakan kepada dunia tentang nilai-nilai peradaban dan kebuadayaan toraja.

Melalui tulisan ini, saya mencoba menggugah kesadaran kolektif kita untuk secara bersama mencarikan peluang bagi beliau untuk mendapatkan sekedar biaya perjalanan kejakarta.

Jika diantara saudara sang Toraya berniat membantu/peduli/atau sekedar memperlihatkan jalan.
Dapat menghubungi Sang Maestro yang terlupakan Mike Turusy di Jl. Jampea No. 1 Lt.2(Kopi Dottoro Makassar)
menghbungi saya :
P.R. Dian C. N. Bulo-Pong Labba : 081342409390

Atas perhatian kita bersama....Kurresumanga'

wew

Saya baru mendengar tentang Mike Turusy ... maap ga pernah nonton berita hehehe ... saya juga toraja ... wah info nya sangat menarik bung ... mungkin lebih bagus kalau dibahas lebih dalam tentang pamerannya ... thanks for sharing

saya sangat salut kepada

saya sangat salut kepada mike turusy, cukup menarik untuk membuka sebuah wacana baru dalam seni lukis khususnya dalam mengembangkan budaya toraja..., nasib yang dialami mike turusy kurang lebih sama yang kami rasakan di jogja, kecendrungan bagi sebagian orang, pekerjaan di bidang seni belum dilihat sebagai sebuah profesi yang sama dengan profesi lainnya...