Pongtiku, sekarang Pahlawan Siapa?
Ada banyak Pertanyaan yang sangat mengelitik saya beberapa waktu silam, sat-saat dimana saya (dari negri rantau) mendengar ada pemikiran (dan sekarang telah menjadi nyata) akan terbalahnya Tanah Toraja menjadi dua Kabupaten (dua pemerintahan) yaitu, Toraja Utara dan Toraja Selatan. pertanyaan2 yang sampai saat ini masih mengelitik dan mengusik saya sebagai orang yang berdarah TORAJA.
pertanyaan2 tersebut antara lain :
1. dari sisi pemerintahan.
Apa motif atau apa yang diinginkan dari pemecahan pemerintahan tersebut?
Apakah untuk meningkatkan kemakmuran rakyat toraja? Apakah supaya pemerintah dapat lebih dekat dengan masyarakat?
Apakah agar administrasi kemasyarakatan dan administrasi pemerintahan lebih tertata?
Apakah agar masyarakat dapat lebih cepat dilayani? Apakah agar tenaga profesional dalam bidang pertanian, bidang pendidikan, bidang perdagangan, bidang seni dan kebudayaan dan bidang2 lainnya dari pemerintah daerah dapat lebih tersedia dan lebih berdaya?
Apakah agar pungli & korupsi bisa lebih diawasi dan diberantas?
Apakah agar kemurnian adat istiadat Orang Toraja dapat lebih terjaga?
Apakah dari sisi ekonomi (transportasi, retribusi, pajak dan makroekonomi) bisa lebih irit?
Apakah PAD masing2 daerah cukup untuk APBDnya?
2. dari sisi Sejarah dan Artifak.
Apakah Pongtiku masih milik Toraja Selatan?
Apakah peninggalan2 sejarah masih dapat diklaim bersama walau tidak berada di kabupatennya?
Apakah peninggalan nenek kita masih milik bersama?
"Toraja Bangkit", "Toraja Mamali", dll... apakah masih berlaku? program kabupaten mana?
masih banyak pertanyaan dengan argumentasi saya, yang telah dijawab oleh beberapa kawan politisi... namun masih sulit bagi saya untuk menerimanya....
- Login to post comments










untuk menanggapi komentar
untuk menanggapi komentar bapak di atas bahwa bagaimana dengan kapuangan di toraja? apakah TORAJA Utara masih meyakini u masa akan datang bahwa mereka turunan puang dari toraja selatan atau akan timbul opini baru bahwa asal nenek moyang mereka turun dari gunung sesean,dan beranak pinak di PARIS,dan seandainya suatu saat bila ada sengketa ttg Pongtiku apakah dia PAHLAWAN dari TOUT ( TORAJA UTARA)
atau TOSE ( TORAJA SELATAN/MAKALE ) dan berlarut2 hingga di bawa kepengadilan dan di menangkan oleh TOSE.Karena saking kesalnya orang TOUT karena merasa kalah di pengadilan dan suatu saat ada orang lain bertanya "emang Pongtiku itu siapa sih "
jawab orang TOUT : "O.O. to merampe /pendatang dari torse.
( inilah yang perlu kita waspadai dengan hal2 yang terjadi di masa yang akan datang akan budaya leluhur kita sebagai orang Toraja karena semakin lama informasi ttg budaya toraja semakin terpolarisasi .Masing2 wilayah membentuk opini sendiri ttg asal muasal budaya mereka .
Pontiku pahlawan siapa ???
Pongtiku jelas Pahlawan Nasional Republik Indonesia titik.
Daerah lain yang terjadi Pemekaran, tidak krasak krusuk masalah yang di kawatirkan oleh siulu' ta yang pertama tuh ...
Provinsi BANTEN sebagai contoh, biasa aja tuh ... problem pasti ada...yah ..diselesaikan aja sesuai skala prioritas dan jalur/prosedur yang benar.
Hal itu level Provinsi yang jauh lebih rumit, dibanding level Kabupaten tentu lebih simple dan mudah untuk kordinasi lah. Maaf dan tabe' te siulu', itu logika saya saja.
Semoga kita dapat memahami Visi dan Misi Pemekaran itu dan saling bergandengan tangan untuk yang TERBAIK, dengan mampu me-manage yang TERBURUK.
Maaf dan tabe' liu te siulu'ku solanasang.
Pong Tiku Pahlawan?
Pong Tiku tidak pantas jadi pahlawan. Dia hanyalah pemimpin dari Pangala' dan sekitarnya yang melawan Belanda untuk membantu Nek Matandung dalam upaya memberebutkan sejengkal tanah. Dia hanyalah pemimpin lokal. Itu kalau mau jujur!
Indonesia memang negara yang surplus pahlawan. Gelar pahlawan untuk Pong Tiku hanyalah hadiah Megawati untuk mendulang suara PDIP dari Toraja.
Tempo dulu, waktu dia lari minta perlindungan ke Toraja selatan (Buntu Ambeso), waktu perang belum mulai, dia lari terbirit-birit kembali ke Rantepao menyusuri sungai Sa'dan. Inikah yang namanya pahlawan? Itu kalau mau jujur!
ko inang lasusi bangmoto tu
ko inang lasusi bangmoto tu lino,den attu dako' na sirari tu toraja utara sola selatan mela'ri na mela', saba' pada lamorai sanga kalena.
NASIB SUDAH JADI BUBUR
aku te masussana ma.kada... sabah Indo ku matondoku Rantepao, ambeku ma'tondok Bonggakaradeng.... apamo lakukua... persoalan pemekaran yang dadi kalembo mo, tapi kela jujurki nag memang tae asselena... tu pemekaran.... buktinna :
1. Toraja Utara mengtama 4 daerah terbelakang sisola Selayar,
Jeneponto, Pangkep Kepulauan:
2. Sampai totemo, taepa apa bisa napogau To Ma'parenta do Toraja
Utara, kantor Bupati sola kantor Dinas.... pusing dakaranni
padang nanai Pabendan kantoro, apalagi pembangunan senga
sengana.
3. Penduduk semakin bertambah terutama... pendatang siunuta yolu
mai bugi... buktinna.... tallumo masigi bendan lan pasa bolu;
4. Yatu Pegawai tae natanda apa lana jama, ....moko male bangri
tongkon ba'tu mato kawin... tendeng baju dinasna.
6. Yatu anggota DPRD tae duka natandai apa bisa lana pogau,saba
mane pura... massong..., ma sapiri, ma'tukuang, ma'nasu..
mae ma'pasa, oh na tiba-tiba mendadi anggota Dewan, na Ketua
DPRD.
7. Yatu uma sola pa'lak rusaknasangmo dipabendanni banua.. ba'tu
dibaluk lako torampo.
8. yatu masalah pahlawan Pongtiku... tae na parallu dipersolakn
saba tae na jelas tu perjuanganna lako Toraya, bai dobangbri
Pangala bennia to siunuta domai.....
9. Buda bangmo tau sikara-kara sialai apa mana", bahkan
padang Tongkonan di sialaimo, saba paralluiki seng.
Na budapato...hasil pemekaran....tae bang kameloan na ba'.
a
inan