Aluk Toraja (2) - Arwah dan kehidupan setelah mati
Kepercayaan aluk toraja tidak mengenal konsep surga - neraka. Semua yang hidup hanya akan kembali ke asalnya. Dan manusia, yang adalah ilahi, akan kembali ke langit dalam keilahiannya.
Arwah adalah kekal. Ketika seseorang meninggal dunia, arwahnya akan menuju Puya untuk selanjutnya kembali ke langit dan menjelma menjadi dewa. Dari sanalah ia mencurahkan berkat bagi keturunannya di bumi. Namun, sederet ritual harus dipenuhi untuk mengantar arwah ke kehidupan yang kekal. Untuk hal ini, orang toraja menggelar upacara besar rambu solo' bagi orang yang meninggal. Mereka juga menyembelih kerbau dan babi sebagai bekal dan pengiring orang yang dikasihi berangkat menuju kekekalan.
Sebelum diupacarakan, seorang yang meninggal dunia dianggap hanya sedang sakit. Jasadnya dibaringkan di tempat tidur dan diperlakukan sebagaimana layaknya orang yang masih hidup. Setiap hari, anggota keluarganya tetap menghidangkan makanan. Orang toraja bahkan masih sering berbicara kepada "orang sakit" seperti ini.
Selama terbaring sebagai orang sakit, tidak ada pilihan lain bagi arwah selain menunggu keluarganya mempersiapkan segala keperluan untuk upacara. Bila saatnya tiba, beliau dibangunkan, lalu ritual dilakukan untuk menyempurnakan kematiannya.
Ritual untuk arwah ini adalah wajib hukumnya. Bila tidak, ia akan berbalik menimpakan kutuk dan celaka kepada keturunannya. Dari siklus kehidupan toraja seperti ini terlihat jelas kebutuhan timbal balik antara seseorang dan keturunannya. Ritual upacara dan atribut pelengkap kematian tidak dapat dilakukan sendiri oleh siapapun. Sebab, yang dapat melakukannya adalah orang yang masih hidup, yang dalam hal ini, keturunan dari orang yang meninggal. Sebaliknya, orang yang telah meninggal diharapkan memberkati dan menyertai kehidupan keturunannya yang masih hidup. Adanya saling membutuhkan ini juga digambarkan dalam rupa patung orang yang meninggal yang disebut tau-tau. Sosok tau-tau selalu menghadapkan satu telapak tangan ke bawah yang berarti memberkati, sementara telapak tangan lainnya menghadap ke atas seperti meminta.
- Login to post comments









